Suarakan Kritik Sosial, Rahasia Intelijen Luncurkan Single Suci Tanah Pembantaian

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 17 Mei 2026 | 22:30 WIB
Ilustrasi lagu baru Rahasia Intelijen. (Foto/doc. Band Rahasia Intelijen)
Ilustrasi lagu baru Rahasia Intelijen. (Foto/doc. Band Rahasia Intelijen)

BeritaNasional.com - Band metal alternatif asal ibu kota Rahasia Intelijen kembali menggebrak industri musik tanah air dengan meluncurkan karya terbaru mereka.

 Single bertajuk "Suci Tanah Pembantaian" ini resmi dirilis di bawah naungan label HALOS Records dengan membawa muatan lirik yang sarat akan kritik tajam.

Hadir lewat aransemen yang agresif, matang, dan sarat energi, lagu ini menjadi sebuah pernyataan musikal yang menyoroti konflik menahun atas wilayah yang telah dipolitisasi selama lebih dari 1.200 tahun.

Dalam proyek teranyar ini, Rahasia Intelijen tampil dengan formasi solid yang diperkuat oleh Anindya Pramadhyana, Winky Wiryawan, Cesar Alkautsar, Topan Tofano, dan Nicko Rahmat Prabowo.

Keterlibatan Winky Wiryawan yang sudah sangat familiar sebagai DJ, aktor, dan musisi memberikan sentuhan warna baru dalam eksplorasi musikalitas band.

Sementara itu, kehadiran Anindya yang juga merupakan vokalis Saint Loco, sukses mempertegas karakter vokal yang intens dan agresif. Kombinasi latar belakang personel yang kaya pengalaman di industri kreatif ini membuat identitas Rahasia Intelijen terasa semakin matang.

Sentil Kepentingan Elite di Balik Narasi Agama

Melalui keterangan tertulisnya, vokalis Anindya Pramadhyana mengungkapkan bahwa single "Suci Tanah Pembantaian" sengaja mengangkat isu sensitif mengenai wilayah yang disucikan sekaligus diperebutkan oleh sejumlah agama besar di dunia.

Menurutnya, di balik balutan narasi religius yang masif beredar, kawasan tersebut sejatinya terus menjadi medan pertumpahan darah akibat tumpang tindihnya kepentingan politik, sosial, ekonomi, hingga urusan perdagangan.

"Lewat lagu ini kami ingin menunjukkan bahwa konflik yang berlangsung berabad-abad bukan hanya soal perebutan wilayah, tetapi juga tentang bagaimana kepentingan elit sering kali mengorbankan masyarakat sipil. Musik adalah cara kami menyuarakan keresahan itu," ucap Anindya Pramadhyana.

Lebih dalam, untaian lirik lagu ini membedah fenomena bagaimana nama Tuhan kerap kali dijadikan tameng demi melegitimasi konflik dan kekerasan. Padahal, pihak yang memetik keuntungan terbesar dari perang yang tak kunjung usai tersebut adalah para elit penguasa, sedangkan masyarakat sipil terus dipaksa menjadi korban utama.

Refleksi Sosial dan Perang Opini

Walau pembuatannya terinspirasi dari pergolakan global dan perang modern saat ini, esensi lagu ini sebenarnya merefleksikan realitas sosial yang lebih luas.

Rahasia Intelijen juga menyoroti fenomena menguatnya sentimen antarumat beragama, gesekan perang opini di ruang publik, hingga masifnya sebaran disinformasi yang memecah belah masyarakat.

Lewat pesan mendalam ini, mereka ingin mengingatkan kembali pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dan persatuan di tengah gempuran konflik global, tanpa melupakan daratan tempat kita hidup sekarang.

"Kami percaya musik adalah medium yang paling jujur untuk menyampaikan refleksi sosial. 'Suci Tanah Pembantaian' adalah ekspresi kami terhadap realitas yang sering diabaikan," tutur Winky Wiryawan.

Dipersenjatai dengan riff gitar yang menyalak tajam, vokal yang bertenaga, serta ketukan drum yang menghentak, "Suci Tanah Pembantaian" menjadi manifesto nyata dari Rahasia Intelijen tentang bagaimana musik dapat bertransformasi menjadi corong perlawanan terhadap ketidakadilan.

Bagi penikmat musik cadas, single terbaru dari Rahasia Intelijen ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform pemutar musik digital (streaming) mulai 15 Mei 2026.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: