Bocoran! Ini 11 Jenis Psikotes yang Paling Sering Digunakan saat Rekrutmen Karyawan
BeritaNasional.com - Pernah mengikuti seleksi rekrutmen pekerjaan di BUMN, BUMD atau swasta? Salah satu yang diujikan tidak hanya tes kemampuan akademik sesuai bidang kerja yang dibutuhkan tetap ada pengujian psikologi atau yang sering disebut psikotes. Dalam menerapkan pengujian atau tes psikologi ini setiap perusahaan memiliki ketentuan tes yang berbeda sehingga kandidat perlu mempersiapkannya secara matang.
Mengutip laman Pegadaian berikut jenis psikotes kerja yang sering digunakan.
Perusahaan dapat menggunakan kombinasi beberapa jenis tes untuk menilai kemampuan kognitif, kepribadian, hingga kesiapan kandidat dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Berikut beberapa jenis psikotes yang paling sering digunakan saat seleksi kerja. psikotes untuk memahami cara berpikir, karakter, hingga potensi seseorang dalam menjalankan pekerjaan.
1. Tes Kemampuan Verbal
Saat mencari informasi mengenai psikotes kerja apa saja, tes kemampuan verbal juga termasuk yang cukup umum ditemukan.
Tes ini bertujuan mengukur kemampuan seseorang dalam memahami dan mengolah informasi berbasis bahasa. Soal yang diberikan biasanya berupa sinonim, antonim, hubungan kata, hingga pemahaman makna suatu kalimat.
Melalui tes ini, perusahaan dapat menilai kemampuan komunikasi, penguasaan kosakata, serta kemampuan kandidat dalam menganalisis hubungan sebab akibat dari suatu permasalahan.
2. Tes Logika Aritmatika
Tes logika aritmatika digunakan untuk mengukur kemampuan berhitung dan berpikir logis. Peserta akan dihadapkan pada deretan angka dengan pola tertentu yang harus dianalisis untuk menemukan jawaban yang tepat.
Selain kemampuan numerik, tes ini juga menilai kecermatan, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah dalam waktu yang terbatas.
3. Tes Logika Penalaran
Jenis tes ini biasanya menggunakan pola gambar atau simbol yang harus dilengkapi sesuai urutan tertentu. Kandidat dituntut untuk memahami hubungan antar gambar dan menemukan pola yang tersembunyi.
Tes logika penalaran sering digunakan untuk mengukur kemampuan analisis, konsentrasi, dan cara seseorang mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
4. Tes Wartegg
Tes Wartegg merupakan salah satu psikotes yang cukup populer dalam proses seleksi kerja. Pada tes ini, peserta diminta melengkapi beberapa kotak yang berisi garis, titik, atau bentuk sederhana menjadi gambar yang lebih utuh.
Hasil gambar kemudian digunakan untuk membantu menggambarkan karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta cara seseorang menyelesaikan masalah.
5. Tes Hafalan Kata
Tes hafalan kata dirancang untuk mengukur daya ingat dan konsentrasi peserta. Dalam pelaksanaannya, kandidat biasanya diminta mengingat sejumlah huruf atau kata dalam waktu tertentu, lalu mencocokkannya dengan kategori yang telah ditentukan.
Melalui tes ini, perusahaan dapat menilai kemampuan fokus dan kecepatan seseorang dalam memproses informasi.
6. Tes Pauli atau Kraepelin
Bagi yang ingin mengetahui psikotes kerja apa saja yang sering dianggap menantang dan paling menguras fokus, tes Pauli atau Kraepelin menjadi salah satu jawabannya. Tes ini berisi deretan angka yang harus dijumlahkan secara berurutan dalam batas waktu tertentu.
Tujuannya adalah untuk mengukur konsentrasi, ketelitian, kecepatan kerja, konsistensi, serta kemampuan kandidat dalam bekerja di bawah tekanan.
7. Tes Gambar Pohon
Tes gambar pohon merupakan psikotes proyektif yang meminta peserta menggambar sebuah pohon secara utuh, mulai dari akar hingga daun.
Melalui gambar yang dibuat, perusahaan dapat menerjemahkan makna dan memperoleh informasi mengenai kestabilan emosi, pola berpikir, dan karakter individu. Detail gambar, ukuran, dan penempatannya di kertas juga menjadi bagian dari aspek yang diamati.
8. Tes Gambar Manusia (Draw A Man Test)
Dalam tes ini, peserta diminta menggambar sosok manusia secara lengkap. Namun, penilaian tidak akan berfokus pada keindahan gambar, melainkan pada detail dan karakteristik gambar yang dibuat.
Psikolog biasanya menggunakan hasil tes ini untuk memperoleh gambaran mengenai kepercayaan diri, perhatian terhadap detail, tanggung jawab, serta aspek kepribadian lainnya.
9. Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
Dalam pembahasan mengenai psikotes kerja apa saja, tes EPPS juga cukup sering digunakan oleh perusahaan. Tes ini berisi serangkaian pilihan jawaban mengenai preferensi dan kecenderungan perilaku seseorang sehingga tidak ada jawaban benar atau salah dalam tes ini.
Perusahaan menggunakan hasil EPPS untuk memahami motivasi, kebutuhan psikologis, pola perilaku, dan kesesuaian kandidat dengan budaya kerja dan posisi yang dilamar.
10. Tes HTP (House, Tree, Person)
Tes House, Tree, Person atau HTP mengharuskan peserta menggambar rumah, pohon, dan manusia dalam satu lembar kertas.
Tes ini digunakan untuk membantu memahami bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri, lingkungan sekitar, serta hubungan sosial yang dimilikinya. Oleh karena itu, HTP sering digunakan sebagai bagian dari penilaian kepribadian dalam proses rekrutmen.
11. Tes Army Alpha Intelegence
Tes Army Alpha Intelegence mengombinasikan soal angka, simbol, dan bentuk visual yang harus dikerjakan berdasarkan instruksi penguji.
Jenis tes ini bertujuan mengukur daya tangkap, kemampuan memahami instruksi, kecepatan berpikir, serta tingkat konsentrasi kandidat saat menghadapi berbagai tugas secara bersamaan.
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







