10 Menlu Dunia Kecam Serangan Israel terhadap Global Sumud Flotilla 2026
BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) dari Türki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Indonesia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, serta Spanyol mengecam serangan terbaru Israel terhadap Global Sumud Flotilla 2026, sebuah gerakan yang membawa misi kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Para menlu menilai, tindakan agresif Israel kembali menargetkan kapal sipil dan relawan kemanusiaan.
“Serangan terbaru Israel terhadap Global Sumud Flotilla mencerminkan tindakan bermusuhan yang mengabaikan hukum internasional serta hukum humaniter internasional,” tulis teterangan resmi Kemenlu RI, Selasa (19/5/2026).
Mereka merujuk rekam jejak intervensi Israel terhadap flotilla sebelumnya di perairan internasional. Mulai dari serangan terhadap kapal serta penahanan sewenang-wenang aktivis digambarkan sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap norma hukum internasional.
Para menlu turut menyatakan keprihatinan mendalam atas keselamatan peserta flotilla.
“Kami menyampaikan serious concern mengenai keselamatan peserta sipil dan menyerukan pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan, serta penghormatan penuh terhadap hak dan martabat mereka,” tutur Kemlu.
Pernyataan bersama itu juga menyinggung pola serangan berulang terhadap misi kemanusiaan.
“Serangan berulang terhadap inisiatif kemanusiaan damai mencerminkan ketidakpedulian terus-menerus terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi,” ujar para menlu.
Mereka menegaskan seruan terhadap komunitas internasional agar mengambil langkah konkret mengakhiri impunitas serta memastikan akuntabilitas atas pelanggaran yang terjadi.
Sebelumnya, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
Dalam rombongan misi tersebut terdapat dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” kata Andi.
Menurut Andi, para relawan yang berada dalam kapal tersebut tidak membawa senjata, melainkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza yang selama ini menghadapi blokade dan agresi.
“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” ujarnya.
Andi mengatakan, keselamatan seluruh relawan menjadi perhatian serius, termasuk dua jurnalis Republika yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






