Sempat Ditahan Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan GSF, WNI: Bukan Berarti Kita Gagal

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:47 WIB
Kondisi para relawan saat ditahan militer Israel, relawan berlutut dengan tangan terikat. (BeritaNasional/X)
Kondisi para relawan saat ditahan militer Israel, relawan berlutut dengan tangan terikat. (BeritaNasional/X)

BeritaNasional.com - Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pencegatan oleh Israel saat berlayar bersama relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza Palestina merupakan sebuah keberhasilan.

Hal tersebut disampaikan Andi Angga Prasadewa, salah seorang WNI dari sembilan tergabung dalam GSF saat melakukan wawancara dengan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Dia menilai gagalnya pelayaran menuju Gaza, Palestina, akibat tindakan Israel itu bukan sebuah kegagalan.

"Yang memotivasi adalah kita harus terus menyuarakan. Dengan diintersepnya kita ini, bukan berarti kita gagal, itu menandakan bahwa ini kita kuat, kita masyarakat sipil khususnya di gerakan Global Sumud itu gerakan yang sangat kuat,” kata Andi dalam video wawancara dengan GPCI dikutip Minggu (24/5/2025).

Sebab, Andi melihat kalau Israel sebenarnya ketakutan dengan gerakan masyarakat sipil dunia yang tergabung dalam GSF dengan tindakan agresif militer.

“Dan, mereka tidak bisa apa-apa sebenarnya, Pak. Mereka itu kalau melihat tentara mereka, mereka itu ketakutan, bentuk ketakutannya mereka agresif," jelasnya.

Andi mencontohkan tindakan agresif seperti tindakan yang diterima salah satu rekannya saat di kapal. Militer Israel turut menembakkan peluru karet sampai melukai salah satu rekan Andi.

"Jadi, bisa dikatakan tidak kena ke saya, tapi beliau dua kali kena tembakan di pinggang dan punggungnya. Peluru karet, cuma tetap dia kayak luka bakar gitu, bekas luka bakar, bekas tembakannya langsung bengkak," ungkap Andi.

Atas pengalaman dan upaya yang telah dijalani dalam misi kemanusiaan, Andi berpesan agar ke depan lebih banyak masyarakat yang ikut dan terlibat dalam gerakan seperti GSF.

"Pesan saya sih dengan keikutsertaan kita kali ini di GSF yang betul-betul kita berlayar, di gerakan GSF berikut bisa lebih besar, menjadi motivasi dan mendorong masyarakat Indonesia secara umum untuk ikut dalam gerakan ini," katanya.

Dalam kesempatan ini, Andi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung dan mendoakan keselamatan para delegasi İndonesia.

"Terima kasih banyak, kami semua delegasi Indonesia khususnya saya mengucapkan terimakasih kepada bapak ibu masyarakat Indonesia atas doa-doa yang dipanjatkan kepada kami sehingga alhamdulillah kami kembali dengan selamat meski ada sedikit bekas bekas intimidasi dari Zionis," imbuhnya.

Berdasarkan data dari GPCI, Andi bersama sembilan WNI, di antaranya;

1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

3. Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1

4. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1

5. ⁠Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize

6. ⁠Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk

7. ⁠Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk

8. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk.

9. Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef

Mereka semua telah menjalani medical check-up di RS Forensik Istanbul untuk kembali ke Indonesia yang dijadwalkan tiba hari ini (24//2026) setelah dibebaskan oleh Militer Israel ke Turki pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: