AS Kecam Perlakuan Israel terhadap Aktivis Flotilla: Tidak Manusiawi
BeritaNasional.com - Dua senator Amerika Serikat, Chris Van Hollen dan Jeff Merkley, mengecam keras perlakuan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terhadap aktivis kapal bantuan Gaza (Flotilla) yang ditahan.
Keduanya menilai tindakan tersebut tidak manusiawi dan mencerminkan masalah yang lebih luas dalam perlakuan Israel terhadap warga Palestina.
Senator Jeff Merkley menyebut tindakan Ben-Gvir sebagai hal yang “menjijikkan dan tidak berperikemanusiaan”. Pernyataan itu ia sampaikan melalui unggahan di platform X, seperti dikutip Kamis (21/5/2026).
“Ben-Gvir’s treatment of these detainees is disgusting and inhumane,” tulis Merkley.
Ia juga menyinggung kondisi di Gaza yang disebutnya hancur dan memicu reaksi internasional. Menurutnya, situasi tersebut menjadi alasan mengapa banyak pihak terdorong untuk bertindak.
Senada, Senator Chris Van Hollen mempertanyakan perlakuan terhadap para tahanan, terutama ketika kamera sedang merekam. Ia menilai kondisi sebenarnya bisa saja lebih buruk di luar sorotan publik.
“Ini adalah cara Menteri Keamanan Nasional Ben-Gvir memperlakukan tahanan ketika dia tahu kamera sedang menyala—belum lagi apa yang terjadi di balik pintu tertutup,” ujar Van Hollen.
Ia juga menyebut tindakan tersebut “memalukan” dan mendesak agar Ben-Gvir sudah sejak lama dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat.
Van Hollen dan Merkley sendiri dikenal kerap bersuara kritis terhadap kebijakan Israel. Keduanya bahkan pernah mengunjungi perbatasan Rafah untuk menyoroti situasi blokade di Jalur Gaza.
Kecaman dari dua senator ini menambah tekanan internasional terhadap Israel di tengah meningkatnya sorotan dunia terkait penanganan aktivis Flotilla dan situasi kemanusiaan di Gaza.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







