Tottenham Jarak dari Zona Degradasi, Fokus Hadapi Everton

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 | 14:08 WIB
Gelandang muda Tottenham Hotspur, Archie Gray. (Foto/doc. Spur)
Gelandang muda Tottenham Hotspur, Archie Gray. (Foto/doc. Spur)

BeritaNasional.com - Tottenham Hotspur akhirnya berada di posisi krusial jelang laga pamungkas Premier League, namun masih memegang kendali untuk keluar dari ancaman degradasi.

Tim asuhan Roberto De Zerbi kini hanya membutuhkan hasil aman saat menghadapi Everton untuk memastikan tetap bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris.

Meski musim berjalan penuh tekanan, Spurs masih unggul secara poin dan selisih gol dari pesaing terdekat di papan bawah. Situasi ini membuat peluang mereka bertahan di Premier League tetap terbuka lebar.

Menjelang laga penentuan, De Zerbi menegaskan bahwa bertahan di Premier League memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan gelar Eropa. Menurutnya, pertandingan terakhir musim ini menjadi momen paling penting bagi klub.

“Ini adalah final bagi Tottenham. Bukan di Bilbao atau pertandingan lain, tapi laga ini yang paling penting,” ujar De Zerbi. Ia menekankan bahwa menjaga martabat klub dan status di liga utama jauh lebih berarti daripada sekadar trofi.

Kekalahan dari Chelsea Perketat Situasi

Tekanan meningkat setelah Tottenham kalah 1-2 dari Chelsea di Stamford Bridge. Gol Enzo Fernandez dan Andrey Santos membuat Spurs tertinggal, sebelum Richarlison memperkecil kedudukan di menit akhir tanpa mampu menyamakan skor.

Hasil tersebut membuat Spurs berada dalam situasi genting jelang pekan terakhir. Namun secara matematis, mereka masih berada di atas zona merah dengan keunggulan tipis atas West Ham.

Tottenham kini bersiap menjamu Everton di laga terakhir musim ini. Hasil imbang saja diyakini cukup untuk memastikan mereka aman dari degradasi, mengingat keunggulan selisih gol yang cukup jauh.

Di sisi lain, West Ham masih harus menghadapi laga berat dan berharap Spurs terpeleset untuk bisa mengubah posisi klasemen.

Musim Tottenham di bawah De Zerbi berjalan tidak stabil. Pergantian pelatih dari Thomas Frank ke Igor Tudor hingga akhirnya De Zerbi pada Maret 2026 membuat tim sulit menemukan konsistensi.

Meski begitu, De Zerbi mampu membawa peningkatan dengan rata-rata 1,60 poin per laga. Namun masalah utama Spurs tetap ada pada performa kandang yang buruk, tanpa kemenangan sejak awal Desember.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: