Trump Bungkam soal Kemungkinan Penangkapan Raul Castro seperti Maduro

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:32 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto/X JD Vance)
Presiden AS Donald Trump (Foto/X JD Vance)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump enggan berkomentar soal apakah Washington akan melakukan penangkapan mantan Presiden Kuba Raul Castro dengan cara yang sama seperti terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

“Saya tidak ingin mengatakan itu,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu (20/5/2026).

Sebelumnya pada hari yang sama, Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche mengatakan, setelah dakwaan terhadap Castro dikonfirmasi terkait konspirasi untuk membunuh warga Amerika, AS memperkirakan Castro akan hadir di pengadilan AS atas kehendaknya sendiri, atau dengan cara lain.

Blanche mengumumkan bahwa Castro didakwa atas konspirasi pembunuhan warga negara Amerika, penghancuran pesawat, serta empat dakwaan pembunuhan.

Sebelumnya pada 29 Januari 2026, Washington memberlakukan tarif atas impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba dan menyatakan keadaan darurat karena dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Havana mengatakan, AS menggunakan embargo energi untuk mencekik ekonomi pulau tersebut dan memperburuk kondisi kehidupan penduduknya.

Kemudian pada 3 Mei, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez menyoroti bahwa ancaman militer AS terhadap Kuba telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia memperingatkan bahwa agresi terhadap pulau itu akan dibalas dengan tekad rakyat Kuba untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka.

Di antara sejumlah langkah terbaru dalam memperketat tekanan terhadap ekonomi Kuba, AS menjatuhkan sanksi terhadap konglomerat GAESA milik Kuba.

Grupo de Administración Empresarial S.A. (GAE atau GAESA) dibentuk pada 1995 oleh Raul Castro untuk mengamankan pendapatan bagi Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba selama “Periode Khusus di Masa Damai,” yakni krisis ekonomi berkepanjangan setelah runtuhnya Uni Soviet.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: