Kondisi Terkini Aktivis Global Sumud Flotilla hingga Daftar WNI yang Diculik Israel

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 | 14:35 WIB
Kondisi para relawan yang ditahan militer Israel, relawan berlutut dengan tangan terikat. (BeritaNasional/X)
Kondisi para relawan yang ditahan militer Israel, relawan berlutut dengan tangan terikat. (BeritaNasional/X)

BeritaNasional.com - Dunia internasional kembali dihebohkan setelah pasukan Israel mencegat rombongan kapal kemanusiaan Global Sumud flotilla yang berlayar menuju Gaza. Sejumlah aktivis dari berbagai negara, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditahan usai kapal mereka dicegat di perairan internasional pada Senin (18/5/2026).

Laporan terbaru dari sejumlah media internasional dan kelompok hak asasi manusia (HAM) pada Rabu (29/5/2026), para aktivis mengalami perlakuan kasar selama penahanan. Video yang beredar memperlihatkan beberapa aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat. Bahkan, terdapat tuduhan penyiksaan fisik dan psikologis terhadap para peserta flotilla.

Berikut adalah kronologi penangkapan aktivis flotilla, upaya pembebasan WNI hingga kabar penyiksaan para aktivis yang dirangkum BeritaNasional:

Kronologi Penangkapan Aktivis Global Sumud Flotilla

Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan misi kemanusiaan internasional yang membawa bantuan dan solidaritas untuk warga Gaza. Armada ini terdiri dari puluhan kapal yang berangkat dari Turki dan negara kawasan Mediterania lainnya.

Pada awal pelayaran, kapal-kapal tersebut bergerak menuju Gaza untuk menembus blokade Israel. Namun, pada pertengahan perjalanan, pasukan Israel mencegat kapal di perairan internasional dekat wilayah Siprus dan Gaza pada Senin (18/5/2026). 

Israel kemudian menggiring kapal-kapal tersebut menuju pelabuhan Ashdod dan menahan ratusan aktivis dari lebih dari 40 negara. 

Awalnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut lima WNI telah lebih dulu ditahan Israel pada Senin (18/5/2026) sementara empat lainnya masih berada di sekitar perairan Siprus dan berisiko ikut dicegat. Namun, kabar terbaru pada Rabu, 20 Mei menyebut sembilan WNI yang tergabung dalam misi tersebut akhirnya turut ditahan. 

Aktivis Flotilla Disiksa Israel

Sejumlah organisasi HAM dan pengacara yang mendampingi aktivis melaporkan adanya tindakan kekerasan selama proses penahanan.

Video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir pada Rabu (20/5/2026) juga memicu kecaman internasional karena memperlihatkan para tahanan dalam kondisi terikat dan dijaga ketat aparat Israel.

Meski demikian, pemerintah Israel membantah telah melakukan pelanggaran serius dan menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari penegakan blokade Gaza.

Upaya Indonesia Bebaskan WNI

Pemerintah Indonesia mengecam tindakan Israel terhadap kapal kemanusiaan tersebut dan terus melakukan koordinasi diplomatik untuk membebaskan para WNI.

Kemlu RI menyatakan telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Kairo, Amman, Istanbul, dan Roma guna memberikan bantuan hukum maupun konsuler kepada WNI yang ditahan.

Karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel, pemerintah menggunakan jalur diplomasi melalui negara-negara sahabat dan organisasi internasional untuk memastikan keselamatan para WNI.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Rabu (20/5/2026), juga menyebut, komunikasi terus dilakukan meski akses informasi terhadap para tahanan masih sangat terbatas. 

Daftar WNI yang Ditahan Israel

Berdasarkan data dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, antara lain:

  1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
  2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
  3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat), Kapal Josef
  4. Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso), Kapal Kasr-1
  5. Hendro Prasetyo (SMART 171), Kapal Kasr-1
  6. Bambang Noroyono (Republika), Kapal BoraLize
  7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Kapal Ozgurluk
  8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), Kapal Ozgurluk
  9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews), Kapal Ozgurluk.

Demikian informasi tentan kondisi terkini aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik Israel.

(Rep: Bunga)sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: