Menkeu: Belanja Pemerintah dan Swasta Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 24 Mei 2026 | 22:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya (Beritanasional/Oke Atmaja)
Menteri Keuangan Purbaya (Beritanasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan ekonomi dengan menggabungkan kekuatan belanja pemerintah dan akselerasi sektor swasta sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah ingin memastikan roda ekonomi bergerak lebih agresif dan merata melalui penguatan likuiditas perbankan serta dorongan penyaluran kredit ke sektor produktif.

“Gimana kita menjalankannya? Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang di perbankan sehingga masuk ke perekonomian. Dengan cara itu kita menghidupkan private sector juga. Jadi sekarang mesin ekonomi kita udah mulai bergerak dua-duanya. Mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini kita akan jalankan terus ke depan,” ungkap Purbaya dikutip dari laman Kemenkeu, Minggu (24/5/2026).

Purbaya, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dapat dicapai apabila dunia usaha memperoleh dukungan likuiditas, kemudahan investasi, serta akses pembiayaan yang kompetitif.

Sebagai salah satu langkah utama, pemerintah memindahkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit kepada dunia usaha.

“Jadi angka 8 persen itu tinggi memang, cuman bukan angka yang mustahil. Kalau sekarang saya udah mulai melihat, gimana cara memperbaikinya? Pertama saya pastikan swasta bisa tumbuh dengan kecukupan uang di sektor finansial.” jelas dia.

Untuk memperbaiki iklim investasi, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang melibatkan lintas kementerian. Satgas tersebut dibentuk untuk mengatasi berbagai hambatan investasi, termasuk persoalan perizinan dan koordinasi antarinstansi.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap sejumlah proyek strategis dapat dipercepat proses penyelesaiannya.

Selain itu, pemerintah akan menyiapkan skema pembiayaan berbunga rendah bagi perusahaan berorientasi ekspor. Dukungan pembiayaan tersebut akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur dengan tingkat bunga sekitar 5 hingga 6 persen.

“Dari situ, masyarakat atau bussinessman bisa melihat betapa serius kita memperbaiki ekonomi investasi,” pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: