Rupiah Terus Melemah, Menaker: Kita Cegah Potensi PHK
BeritaNasional.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menanggapi adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada berbagai sektor di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Adapun nilai tukar rupiah pada Selasa (26/5) pagi bergerak melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.749 dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS.
“Kita terus dalam koordinasi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian (Airlangga Hartarto). Jadi kalau teman-teman lihat sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan, ya,” kata Menaker Yassierli.
“Kemarin (misalnya) ada isu terkait dengan keterbatasan gas, maka kemudian solusinya adalah relaksasi terkait dengan pajak dan seterusnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah terus berkoordinasi dalam mencari solusi terbaik guna mencegah potensi PHK saat ini.
“Jadi kita lintas kementerian, kita satu tim. Kita satu tim kita terus monitor,” ujar Yassierli.
Terkait kapan Satuan Tugas (Satgas) PHK akan diluncurkan dan langsung mengatasi masalah di sektor ketenagakerjaan, Yassierli enggan memberikan informasi lebih jauh. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu peluncuran satgas tersebut.
“Satgas PHK, kita tunggu momen launching-nya. Ini lagi menunggu momen launching-nya,” kata dia.
Di sisi lain, Menaker juga menanggapi adanya kabar PT Xacti Indonesia yang berlokasi di Depok, Jawa Barat yang baru-baru ini melakukan PHK terhadap sekitar 350 orang karyawan.
Ia mengaku masih menunggu hasil laporan terbaru dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor yang sedang menindaklanjuti laporan tersebut.
“Belum, ini (laporan) kan masih diterima oleh Pak Wamen, nanti saya belum dapat update laporannya seperti apa, nanti kita tunggu,” kata Yassierli singkat.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







