Indonesia Tekankan Ketahanan Air Kunci Perdamaian dan Pembangunan Global

Oleh: Panji Septo R
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:38 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir. (BeritaNasional/Panji)
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir. (BeritaNasional/Panji)

BeritaNasional.com -  Indonesia menegaskan pentingnya ketahanan air sebagai fondasi stabilitas dan pembangunan dunia dalam forum internasional Dushanbe Water Conference 2026 (DWC2026).

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan global terkait akses air bersih dan kebutuhan suplai air.

Pria yang akrab disapa Tata tersebut menyampaikan, ketahanan air kini menjadi salah satu ujian terbesar pembangunan berkelanjutan. 

Ia menyoroti masih terbatasnya akses terhadap air bersih dan sanitasi layak di berbagai wilayah serta peningkatan kebutuhan pasokan air yang dipicu pertumbuhan industri digital dan sektor mineral kritis.

“Air kini menjadi sumber daya strategis yang juga menopang ekonomi digital global," ujar Nasir di Dushanbe Tajikistan, dikutip Kamis (28/5/2026).

"Jika sebelumnya konflik perebutan sumber daya berfokus pada minyak dan lahan, ke depan kompetisi global diperkirakan akan semakin berkaitan dengan penguasaan dan akses terhadap air,” tambahnya.

Ia mengataman krisis air tidak bisa dipandang sekadar persoalan lingkungan atau isu teknis. Menurutnya, krisis ini merupakan tantangan multidimensi yang menyangkut stabilitas, keadilan, dan masa depan tata kelola global. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menilai dibutuhkan sistem multilateral serta tata kelola internasional yang lebih responsif dan berkeadilan guna menjaga ketahanan air sebagai pilar utama pembangunan dunia.

"Dalam merespons tantangan global terkait isu air, diperlukan pula sistem multilateral dan tata kelola global yang responsif dan berkeadilan," tuturnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: