RI Dorong PBB dan Dewan Keamanan Bereformasi agar Tetap Relevan
BeritaNasional.com - Pemerintah mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB untuk bereformasi agar tetap relevan di masa sekarang.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono usai menghadiri High-Level Open Debate Dewan Keamanan PBB (DK PBB) di Markas Besar PBB New York, Selasa (26/5/2026).
"Saya kira Indonesia juga tadi menyampaikan statement pentingnya kita mereformasi sistem multilateral yang ada, pentingnya kita mereformasi PBB, termasuk pentingnya juga kita mereformasi Security Council," kata Sugiono kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).
PBB dibentuk saat Perang Dunia Kedua berakhir sehingga sudah banyak perubahan yang terjadi di dunia sejak peristiwa bersejarah tersebut.
"Kalau dalam bahasa yang lebih mudah, kita menganggap bahwa relevansi dari PBB ini harus disesuaikan dengan keadaan zaman yang terjadi," ujar Sugiono.
Sugiono menilai, banyak potensi konflik yang tidak terakomodasi dalam sistem internasional yang ada di PBB.
"Dan kita tahu sama-sama banyak daerah-daerah ataupun potensi-potensi ataupun titik-titik konflik di dunia ini yang tidak ter-address sepenuhnya," ucap Sugiono.
"Karena core dari lahirnya PBB ini adalah untuk menciptakan perdamaian antarbangsa-bangsa. Karena banyak suara-suara yang berasal dari umumnya Global South itu tidak terwakili," tambah dia.
Tak hanya itu, Sugiono juga mengungkapkan bahwa sejumlah negara menyoroti banyak isu global yang terhambat akibat mekanisme veto di Dewan Keamanan PBB.
"Tadi juga disampaikan oleh beberapa negara bahwa banyak concern-concern yang kemudian diveto di Dewan Keamanan, yang kemudian juga perlu mendapatkan representasi yang baik di Dewan Keamanan," terangnya.
Oleh karena itu, Indonesia dan negara lain mendorong agar PBB bertranformasi agar tidak kehilangan relevansi di tengah meningkatnya tantangan global.
"Saya kira message yang disampaikan juga seragam bahwa PBB, kita tidak ingin PBB kehilangan relevansinya, tetapi kita semua ingin bahwa PBB semakin kuat menghadapi dinamika yang terjadi secara global," tandasnya.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







