Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Kedutaan Eropa Bertahan di Kiev
BeritaNasional.com - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut sebagian besar kedutaan negara Eropa tetap bertahan di Kiev meski Rusia mengeluarkan peringatan evakuasi. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pertemuan informal para menteri luar negeri di Limassol, Kamis (28/5/2026).
Menurut Kallas, hanya Amerika Serikat yang sempat meninggalkan ibu kota Ukraina. Ia menilai keputusan negara-negara Eropa untuk tetap berada di Kiev menunjukkan keberanian diplomatik di tengah meningkatnya ancaman serangan Rusia.
Namun, Kementerian Luar Negeri Ukraina membantah pernyataan tersebut. Kiev menegaskan tidak ada penutupan permanen kedutaan AS dan menyebut kemungkinan yang dimaksud adalah relokasi sementara akibat situasi keamanan.
Pihak Kedutaan Besar AS juga memastikan operasional mereka di Kiev tetap berjalan normal. Washington menegaskan keselamatan warga negara Amerika menjadi prioritas utama dan kembali mengimbau agar warga AS tidak bepergian ke Ukraina selama konflik berlangsung.
Ketegangan meningkat setelah Rusia menuduh Ukraina melancarkan serangan drone besar ke kompleks pendidikan di Starobelsk, wilayah Lugansk. Moskow mengklaim serangan itu menewaskan 21 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk penghuni asrama mahasiswa.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut insiden tersebut sebagai aksi terorisme dan memerintahkan persiapan respons militer.
Pada 24 Mei lalu, Rusia mengaku telah meluncurkan serangan besar menggunakan rudal Oreshnik, Iskander, Kinzhal, dan Zircon yang menargetkan fasilitas militer serta pusat komando di Kiev.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







