Israel Dikritik Usai Rencana Kuasai 70 Persen Gaza, Board of Peace Dipertanyakan

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:46 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC. (Foto/Tim Media Prabowo)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dalam pertemuan Board of Peace di Washington DC. (Foto/Tim Media Prabowo)

BeritaNasional.com - Mustafa Barghouti, Sekretaris Jenderal Palestinian National Initiative, mengecam rencana Israel yang disebut akan mengambil alih lebih dari 70 persen wilayah Gaza setelah pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, dikutup Sabtu (30/5/2026), Barghouti menilai langkah tersebut sekaligus mengakhiri anggapan bahwa gencatan senjata masih berjalan di wilayah tersebut.

Ia juga menyebut deklarasi Netanyahu sebagai bentuk penghinaan terhadap “Board of Peace” yang selama ini mengklaim bertanggung jawab atas gencatan senjata, bahkan dianggap sebagai penghinaan terhadap Presiden AS Donald Trump.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ada respons dari pemerintah Amerika Serikat terkait perkembangan tersebut.

Barghouti mengklaim Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata lebih dari 3.000 kali sejak diberlakukan pada Oktober lalu.

Ia juga menyebut serangan Israel sejak saat itu telah menewaskan sedikitnya 930 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 2.700 orang lainnya.

Selain itu, Barghouti menuduh Israel tidak memenuhi kewajiban dalam kesepakatan terkait distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Ia menyebut bantuan yang masuk ke wilayah tersebut tidak mencapai 30 persen dari yang disepakati.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan Israel tengah bersiap menghidupkan kembali perang besar di Gaza, bahkan mengarah pada upaya pengusiran paksa penduduk dari wilayah tersebut.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: