Pancasila Sila Kedua Tidak Boleh Mandek di Atas Kertas
BeritaNasional.com - Pancasila khususnya sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradap tidak boleh mandek di atas kertas. Sila tersebut harus diimplementasikqn dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej yang menegaskan Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan.
"Konsep adil dan beradab dalam Pancasila tidak boleh mandek menjadi teori di atas kertas. Ia harus dikontekstualisasikan ke dalam tindakan nyata sehari-hari," ujarnya.
Dalam diskusi Merajut Keberagaman: Nilai Pancasila sebagai Jiwa Pemersatu Bangsa secara daring, kemarin juga menekankan penting memperkokoh kepercayaan sosial dan martabat manusia, sebab tatanan global saat ini tengah menghadapi krisis nilai.
Berdasarkan laporan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tahun 2021, gejala normalisasi kekerasan, ketidaksetaraan, dan hilangnya rasa hormat terhadap sesama manusia disebut menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup bermasyarakat
Menurut Eddy, sapaan akrabnya, kunci utama untuk memulihkan dan merawat masyarakat yang sehat adalah membangun kembali kepercayaan sosial.
Dia menyebut kepercayaan sosial adalah "perekat tidak terlihat" yang menciptakan penegakan hukum dan harmonisasi lintas elemen.
"Namun, kepercayaan ini tidak akan tumbuh di lahan yang kering. Ia hanya bisa berakar pada pengakuan yang tulus terhadap martabat manusia. Sebuah pengakuan bahwa setiap individu memiliki nilai intrinsik yang wajib dihormati tanpa memandang ras, suku, status sosial, maupun agama," katanya.
Pada tataran inilah, letak keunikan dan kehebatan para pendiri bangsa Indonesia dalam merumuskan Pancasila.
Pancasila hadir sebagai "jembatan emas" yang mempertemukan martabat manusia dan kepercayaan sosial.
"Sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah penegasan mutlak atas human dignity (martabat manusia) dan ketika martabat manusia dihormati, maka persatuan sebagaimana termaktub dalam sila ketiga akan terwujud, melahirkan kekuatan social trust (kepercayaan sosial) yang kokoh," ucapnya.
Ia menekankan lagi merajut keberagaman adalah proses yang terus berjalan dan tidak boleh berhenti.
"Pancasila adalah rumah bersama kita. Mari kita jaga fondasinya dengan saling mempercayai, dan mari kita rawat atapnya dengan terus menghormati martabat sesama manusia," tukasnya. (Antara)

TEKNOLOGI | 20 jam yang lalu
OLAHRAGA | 17 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 17 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 23 jam yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 21 jam yang lalu







