Timwas Haji DPR Soroti Kepadatan Mina, Dorong Solusi Jangka Panjang

Oleh: Panji Septo R
Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:19 WIB
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com -  Ketua Komisi VIII DPR RI yang juga anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Marwan Dasopang, menyoroti persoalan kepadatan jemaah di Mina dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah.

Marwan menilai pelaksanaan haji berjalan baik secara umum, namun keterbatasan ruang dan fasilitas di kawasan Mina masih menjadi tantangan utama yang dirasakan jemaah Indonesia.

“Secara keseluruhan penyelenggaraan haji berjalan baik. Tahapan awal hingga puncak pelaksanaan ibadah berlangsung sesuai agenda,” ujar Marwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026).

“Kita patut mengapresiasi berbagai pihak yang telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada jemaah. Namun kondisi di Mina masih menjadi tantangan utama,” tambahnya.

Marwan menjelaskan, keterbatasan kapasitas Mina membuat kepadatan sulit dihindari saat jutaan jemaah berkumpul dalam waktu bersamaan untuk mabit dan lempar jumrah.

Situasi tersebut menyebabkan ruang gerak menjadi sempit dan kenyamanan menurun. Selain persoalan ruang, Timwas Haji DPR RI juga menerima laporan terkait fasilitas dasar yang belum optimal.

Sejumlah jemaah mengeluhkan pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi optimal serta pasokan air yang kurang memadai di beberapa titik.

“Kami menerima berbagai masukan terkait fasilitas di Mina. Ada AC yang tidak berfungsi optimal, ketersediaan air yang kurang memadai, serta berbagai kendala lainnya,” tuturnya.

Ia menilai persoalan Mina membutuhkan pendekatan yang lebih progresif. Marwan menyebut pembangunan tenda bertingkat perlu dipertimbangkan apabila perluasan area tidak memungkinkan.

“Atau skema lain yang memungkinkan ruang bagi jemaah menjadi lebih longgar dan manusiawi,” ucapnya.

Ia mengatakan hal tersebut bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan koordinasi kuat, dukungan regulasi, serta komunikasi intensif dengan Pemerintah Arab Saudi.

“Namun persoalan Mina tidak boleh dibiarkan berulang tanpa solusi. Kita harus berani mencari terobosan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia,” tegasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: