PSG Pertahankan Gelar Liga Champions, Luis Enrique Puji Perlawanan Arsenal

Oleh: Harits Tryan
Minggu, 31 Mei 2026 | 09:43 WIB
Pelatih PSG Luis Enrique. (Foto/PSG).
Pelatih PSG Luis Enrique. (Foto/PSG).

BeritaNasional.com - Luis Enrique mengakui gol cepat Arsenal pada final Liga Champions membuat Paris Saint-Germain (PSG) menghadapi laga yang sangat sulit sebelum akhirnya berhasil mempertahankan gelar melalui kemenangan dramatis 4-3 dalam adu penalti dalam laga di Puskas Arena, Hungaria, Sabtu (30/5/026) waktu setempat.

Pada pertandingan final tersebut, Arsenal yang memburu trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub unggul lebih dulu pada menit keenam lewat gol Kai Havertz. Gol cepat itu memaksa PSG bekerja keras sepanjang pertandingan untuk mengejar ketertinggalan.

PSG baru mampu menyamakan skor pada babak kedua melalui penalti Ousmane Dembélé. Setelah skor imbang bertahan hingga waktu tambahan berakhir, tim asal Prancis itu memastikan kemenangan lewat adu penalti.

Luis Enrique menilai gol Arsenal di awal pertandingan menjadi awal yang buruk bagi timnya karena lawan dapat bermain lebih nyaman dengan mengandalkan pertahanan yang solid.

"Saya pikir pertandingan dimulai dengan cara terbaik bagi mereka. Mereka mencetak gol melalui situasi yang beruntung. Setelah itu tekanan ada pada mereka karena mereka tahu cara bertahan," ujar Luis Enrique kepada TNT Sports dikutip dari ESPN, Minggu (31/5/2026).

Pelatih asal Spanyol itu juga memuji kekuatan fisik Arsenal yang dinilainya menyulitkan PSG untuk mengembangkan permainan.

"Itu sangat sulit. Kami terbiasa menyerang menghadapi banyak pemain di belakang bola, tetapi melawan mereka, mereka sangat kuat secara fisik. Mereka berusaha memanfaatkan setiap situasi. Sangat sulit," katanya.

Meski demikian, Enrique merasa PSG layak meraih hasil positif setelah mampu bangkit dari ketertinggalan dan mendominasi jalannya pertandingan.

"Saya pikir kami pantas menyamakan kedudukan dan pada akhirnya kami sangat senang bisa memenangkan trofi itu," ujarnya.

Keberhasilan tersebut membuat PSG menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu menjuarai Liga Champions dua musim beruntun pada era modern kompetisi sejak 1992.

Gelar itu juga menjadi trofi Liga Champions ketiga bagi Luis Enrique sebagai pelatih. Namun, mantan pelatih Barcelona tersebut menolak disebut sebagai legenda meski kini menyamai catatan Pep Guardiola, Zinedine Zidane, dan Bob Paisley.

"Legenda? Saya tidak tertarik dengan itu. Saya baru punya tiga gelar, jadi saya harus meningkatkannya lagi, tetapi saya akan menerima jika bisa mendapatkan empat," kata Enrique.

Sementara itu, Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, menyatakan keyakinannya bahwa Luis Enrique akan tetap bertahan di klub di tengah proses negosiasi kontrak yang masih berlangsung.

"Dia adalah pelatih terbaik. Semuanya tentang proyek, dan dia adalah sosok terbaik untuk proyek ini," ujar Al-Khelaifi.

Menurutnya, keberhasilan PSG mempertahankan gelar tidak lepas dari peran Luis Enrique yang mampu membangun tim muda menjadi kekuatan besar di Eropa.

"Dia telah melakukan pekerjaan luar biasa bersama tim ini. Saya juga ingin berterima kasih kepada para pemain PSG. Kesuksesan ini juga untuk mereka. Mereka semua telah memberikan segalanya untuk proyek ini," kata Al-Khelaifi.

Sumber: ESPNsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: