Arteta Buka Suara Usai Arsenal Tumbang dari PSG: Kami Harus Naik Level
BeritaNasional.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, meminta manajemen klub bergerak ambisius pada bursa transfer musim panas setelah kegagalan timnya meraih gelar Liga Champions musim ini.
Arsenal harus puas menjadi runner-up setelah kalah 3-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) dalam adu penalti pada final Liga Champions di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu sebelum PSG memastikan kemenangan melalui adu penalti.
Kekalahan tersebut memperpanjang penantian Arsenal untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka. Meski sukses menjuarai Liga Premier musim ini, The Gunners kembali gagal mengakhiri dahaga gelar di kompetisi elite Eropa.
Arteta mengatakan Arsenal akan segera melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas tim untuk menghadapi musim depan.
"Pertama-tama saya akan meluangkan beberapa hari bersama keluarga saya, lalu kita akan memulai proses untuk meninjau apa yang telah kita lakukan," kata Arteta dalam konferensi pers dikutip dari ESPN, Minggu (31/5/2026).
"Kita akan mulai mengambil beberapa keputusan yang sangat penting jika kita ingin mencapai level yang lebih tinggi. Dan kita harus menunjukkan ambisi itu karena kita lebih dari mampu melakukannya, tetapi itu akan menuntut ambisi yang sangat besar, kecepatan yang sangat tinggi, dan kecerdasan yang sangat tinggi," lanjutnya.
Pada laga final, Arsenal sempat unggul cepat melalui gol Kai Havertz pada menit keenam. Namun PSG berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembélé pada menit ke-65 setelah Khvicha Kvaratskhelia dilanggar Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti.
PSG tampil dominan sepanjang pertandingan dengan mencatatkan 75 persen penguasaan bola dan melepaskan 21 tembakan, sementara Arsenal hanya menghasilkan tujuh percobaan.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Arteta memberikan pujian kepada PSG dan pelatih mereka, Luis Enrique, yang menurutnya memiliki kualitas individu terbaik di dunia saat ini.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya kepada Luis, karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia. Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola, dengan aksi individu, belum pernah saya lihat sebelumnya," ujar Arteta.
"Dan bukan rencananya untuk bermain di area tertentu ketika tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda untuk melakukan itu. Jadi, pujian lebih besar lagi untuk para pemain," tambahnya.
Arteta mengaku merasakan kekecewaan mendalam karena timnya hanya berjarak beberapa tendangan penalti dari gelar Liga Champions.
"(Yang saya rasakan) adalah rasa sakit, itu saja, ketika Anda begitu dekat dengan kemenangan dalam kompetisi dan hanya beberapa tendangan penalti lagi untuk memenangkan kompetisi klub sepak bola terbesar, itulah yang Anda rasakan," katanya.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain dan staf Arsenal atas perjuangan mereka sepanjang musim.
"Yang saya katakan kepada para pemain dan staf adalah bahwa meskipun saya mengucapkan terima kasih satu juta kali pun, itu tidak akan cukup," ujar Arteta.
Sementara itu, Arteta turut menyoroti keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Arsenal pada menit ke-102 setelah Noni Madueke terjatuh dalam duel dengan Nuno Mendes di area terlarang.
"Saya menonton ulang tayangannya dan itu bisa saja menjadi penalti," kata Arteta.
"Musim ini, wasit membuat keputusan, dan dia membuat keputusan yang berbeda dengan Cristhian Mosquera dan itu adalah keputusan penting," tambahnya.
Sumber: ESPN
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PENDIDIKAN | 14 jam yang lalu
DUNIA | 13 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







