Sejak Oktober 2023, Jumlah Korban Tewas di Gaza Capai 72.938 Orang

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 31 Mei 2026 | 22:22 WIB
Ilustrasi kondisi warga Gaza. (Foto/UNRWA)
Ilustrasi kondisi warga Gaza. (Foto/UNRWA)

BeritaNasional.com - Jumlah korban jiwa akibat agresi militer yang dilancarkan rezim Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menyentuh angka 72.938 orang. Data terbaru ini dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza seiring dengan masih berlangsungnya serangan di wilayah kantong tersebut.

Kementerian tersebut mencatat, dalam 48 jam terakhir, tujuh warga dinyatakan syahid dan 25 orang lain mengalami luka-luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Gaza pada Minggu (31/5/2026).

Ratusan Korban Jiwa Berjatuhan Pascagencatan Senjata

Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat diumumkan secara resmi pada 11 Oktober 2025 lalu, pertumpahan darah di Gaza nyatanya belum sepenuhnya berhenti. 

Sejak tanggal pengumuman tersebut hingga saat ini, tercatat ada 929 warga Gaza yang gugur dan 2.811 orang lainnya menderita luka-luka.

Selain korban yang baru dievakuasi dari garis depan serangan, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi 781 jenazah korban dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Secara akumulatif, sejak perang berskala besar ini pecah pada 7 Oktober 2023, total korban tewas di Gaza kini telah mencapai 72.938 orang, sementara jumlah korban yang mengalami luka-luka melonjak hingga 172.919 orang.

Kegagalan Target Perang Israel

Perang yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun ini awalnya diluncurkan secara masif oleh rezim Israel dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat. 

Target utama dari operasi militer tersebut adalah untuk menghancurkan gerakan perlawanan Hamas serta membebaskan para tahanan Israel yang berada di Gaza.

Namun, setelah jalur militer gagal mencapai tujuan-tujuan strategis tersebut, Israel akhirnya terpaksa melunak dan menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan pihak Hamas.

Sayangnya, implementasi perdamaian di lapangan masih jauh dari harapan. Sejak gencatan senjata diberlakukan, pemerintah Israel dilaporkan menolak untuk menjalankan beberapa poin penting yang tertuang dalam perjanjian, dan justru terus melanjutkan rentetan serangan terhadap penduduk di Jalur Gaza.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: