Profil Ryamizard Ryacudu, Jenderal dengan Pengalaman 3 Dekade di Militer yang Berpulang ke Sang Pencipta

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:38 WIB
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu. (BeritaNasional/Kemhan RI)
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu. (BeritaNasional/Kemhan RI)

BeritaNasional.com - Kabar duka datang dari tokoh militer nasional, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu dikabarkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Minggu (31/5/2026), pukul 14.03 WIB siang tadi. Ia merupakan salah satu tokoh militer senior Indonesia yang memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan TNI, jabatan terakhirnya adalah Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan) RI pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2014-2019.

Berikut adalah profil Ryamizard Ryacudu, pendidikan, hingga perjalanan kariernya, yang dirangkum BeritaNasional. 

Profil Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang pada 21 April 1950. Ia merupakan putra dari Mayjen TNI Musannif Ryacudu, seorang perwira Angkatan Darat (AD) yang dikenal dekat dengan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Ryamizard menikah dengan Nora Tristyana, putri mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga anak yakni, Ryano Patria Amanzha, Dwinanda Patria Noryanzha, dan Trynanda Patria Nugraha. Selain itu, salah satu adik Ryamizard, Syamsurya Ryacudu pernah menjabat sebagai gubernur Lampung pada periode 2008-2009. 

Selama berkarier di militer, Ramizard dikenal sebagai sosok yang tegas dan banyak menghabiskan masa tugasnya di berbagai daerah operasi. Pengalamannya di medan tempur membuat namanya diperhitungkan sebagai salah satu jenderal berpengaruh di lingkungan TNI AD. 

Pendidikan Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) yang kini dikenal sebagai Akademik Militer (Akmil). Ia lulus pada tahun 1974 dari kecabangan infanteri dan memulai karier sebagai perwira muda TNI Angkatan Darat. 

Berikut adalah daftar riwayat pendidikan Ryamizard:

  • Akademik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI/Akmil)
  • Pendidikan kecabangan Infanteri TNI Angkatan Darat

Perjalanan Karier Ryamizard Ryacudu

Karier militer Ryamizard dimulai setelah lulus dari AKABRI pada 1974. Ia bertugas sebagai perwira infanteri dan terlibat dalam sejumlah operasi militer di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, Timor Timur, Aceh, dan Papua. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya hingga mencapai pangkat jenderal bintang empat. 

Namanya mulai menjadi perhatian saat ia dipercaya memimpin sejumlah komando strategi TNI AD. Kariernya terus naik hingga menjabat Pangdam V/Brawijaya dan Pangdam Jaya. Setelah itu, ia dipromosikan menjadi Panglima KOmando cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) sebelum akhirnya menjabat Kepala Staf Angkatan darat (KSAD).

Pada 27 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo menunjuk Ryamizard sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Jabatan tersebut diembannya hingga 20 Oktober 2019 sebelum digantikan oleh Prabowo Subianto. Selama menjabat, ia banyak menyoroti reformasi pertahanan, penguatan industri pertahanan nasional, serta kerja sama militer dengan berbagai negara. 

Riwayat Jabatan Ryamizard:

  • Komandan Peleton Kodam XII/Tanjungpura (1976).
  • Komandan Kompi dan berbagai jabatan staf di TNI AD.
  • Pangdam V/Brawijaya.
  • Pangdam Jaya.
  • Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) (2000–2002).
  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) (2002–2005).
  • Menteri Pertahanan Republik Indonesia (2014–2019).

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia militer, Ryamizard Ryacudu menjadi salah satu figur penting dalam sejarah TNI dan pertahanan Indonesia. Kariernya yang dimulai dari perwira muda infanteri hingga menduduki posisi KSAD dan Menteri Pertahanan menunjukkan perjalanan panjang seorang prajurit yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk institusi pertahanan dan keamanan negara.

Sekian informasi tentang rangkuman profil Ryamizard Ryacudu, pendidikan, hingga perjalanan kariernya. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan. Aamiin.

(Rep: Bunga)sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: