Bakom Sebut Prabowo Figur Unik: Bisa Jalin Hubungan dengan Putin, Trump sampai Xi Jinping

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta. (Beritanasional/Oke Atmaja)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta. (Beritanasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki keunikan dalam menjalin hubungan internasional dengan berbagai negara sahabat, bahkan kerja sama terbangun dengan beberapa pimpinan negara yang selama ini menjadi kekuatan utama dunia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah M. Qodari. Keluwesan Prabowo mungkin salah satu pimpinan negara yang bisa menjalin hubungan baik dengan negara adidaya.

"Bapak Presiden Prabowo adalah figur yang unik, mungkin satu-satunya di dunia yang bisa memiliki hubungan yang sangat baik dengan kekuatan-kekuatan besar adidaya,” kata Qodari saat jumpa pers di Gedung Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Hal itu tecermin dengan kedekatan dan hubungan baik Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, hingga Presiden China Xi Jinping.

“Beliau punya hubungan yang baik dengan Presiden Rusia Putin, dengan Presiden Donald Trump dari AS, maupun dengan Xi Jinping dari RRC," jelasnya.

Karena dari itu, Qodari menyebut kemampuan Prabowo yang dengan baik menjalin komunikasi dengan pemerintah negara sahabat telah menjadi daya tawar İndonesia.

"Semua ini tentu kita rasakan manfaatnya dalam konteks situasi dan kondisi pada hari ini maupun pada konteks masa depan," ujarnya.

Termasuk kunjungan kenegaraan Prabowo yang baru-baru ini denga Presiden Perancis Emmanuel Macron sebagai balasan dari kunjungan state visit ke Indonesia pada tahun sebelumnya.

Seiring dengan kerja sama Indonesia dengan Prancis terkait transfer teknologi untuk penguasaan alutsista, melalui bidang pendidikan khususnya sektor STEM, sains teknologi, engineering, matematika, energi, serta pemanfaatan mineral.

“Di luar itu, dapat dilambangkan memang kita semua dapat mengetahui ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara. Dan, kita tahu modal sosial tidak kalah pentingnya dengan modal yang lain, baik itu ekonomi maupun politik,” tuturnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: