Deteksi Dini Jadi Kunci Keselamatan Perempuan dari Risiko Kanker Ovarium
BeritaNasional.com - Kanker ovarium telah menjadi silent killer yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Kanker ini sering muncul tanpa gejala fisik pada stadium awal sehingga mayoritas pasien baru terdiagnosis saat kondisi sudah memasuki stadium lanjut.
Karena kondisi ini, Columbia Asia Hospital BSD mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko genetik, terutama riwayat keluarga, sebagai langkah preventif yang krusial.
“Kanker ovarium sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, seperti perut kembung atau begah yang sering dianggap gangguan pencernaan biasa,” kata Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Columbia Asia Hospital BSD dr Klemens Edward dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (1/6/2026).
Bahaya kanker ovarium juga tercatat sebagaimana data Global Cancer Observatory 2022. Terdapat sekitar 14.896 kasus baru kanker ovarium di Indonesia dengan angka kematian mencapai 9.581 jiwa. Tingginya angka fatalitas ini sebagian besar disebabkan keterlambatan diagnosis.
Data medis menunjukkan angka harapan hidup (survival rate) 5 tahun bagi pasien kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal dapat mencapai lebih dari 90 persen. Namun, angka ini merosot tajam hingga di bawah 30 persen jika baru ditemukan pada stadium akhir.
“Salah satu faktor risiko yang sangat penting adalah riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga inti seperti ibu atau saudara kandung yang memiliki riwayat kanker ovarium atau kanker payudara, risiko seseorang meningkat secara signifikan,” tuturnya.
Selain faktor genetik, beberapa gejala yang patut diwaspadai meliputi perut yang sering terasa penuh, nyeri panggul, cepat kenyang saat makan, hingga perubahan pola buang air besar atau kecil.
Jika gejala ini menetap selama lebih dari dua minggu, masyarakat diimbau untuk segera melakukan skrining melalui pemeriksaan fisik, USG transvaginal, atau tes penanda tumor (CA-125).
“Melalui edukasi yang tepat dan deteksi dini, kami ingin mendorong wanita untuk lebih proaktif melakukan konsultasi medis secara berkala,” ujar Klemens.
Karena itu, Columbia Asia Hospital BSD telah berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan preventif yang komprehensif bagi perempuan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang kredibel. Kami tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya preventif,” kata Hospital Director Columbia Asia Hospital BSD dr Jeffry.
Columbia Asia Hospital BSD terus berupaya memperkuat peran edukatifnya melalui berbagai kampanye Kesehatan perempuan guna mencegah keterlambatan diagnosis dan menurunkan angka kematian akibat kanker ginekologi di Indonesia.
Tidak hanya itu sebagai bentuk keseriusannya mereka juga menyediakan layanan Pap Smear dengan harga yang terjangkau dan didukung dengan dokter spesialis yang berpengalaman.
“Dengan fasilitas skrining yang modern dan tim medis ahli, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lagi menunda pemeriksaan kesehatan reproduksi. Deteksi dini bukan hanya soal diagnosis, tapi soal memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi para perempuan Indonesia,” imbuh Jeffry.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







