Sabar/Reza Siapkan Strategi Redam Gaya Main Raymond/Joaquin di Semifinal Indonesia Open 2026

Oleh: Tarmizi Hamdi
Jumat, 05 Juni 2026 | 19:45 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia Sabar/Reza menghadapi wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Pasangan ganda putra Indonesia Sabar/Reza menghadapi wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Pasangan ganda putra senior Indonesia Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani akan ditantang oleh kompatriot muda mereka, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dalam perebutan tiket final Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Reza mengakui sang junior saat ini sedang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Menurut dia, aura positif setelah Raymond/Joaquin menumbangkan ganda kuat Jepang membuat pukulan-pukulan sang junior menjadi sangat berbahaya.

"Raymond/Joaquin pemain yang cepat, mereka juga sangat percaya diri, dan sekarang mungkin lagi pede-pedenya. Kita bisa lihat, main gaya apa pun juga kayaknya bolanya masuk saja,’’ ucap Reza saat konferensi pers setelah pertandingan perempat final di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Demi meredam permainan cepat dan meledak-ledak khas darah muda tersebut, Sabar/Reza tidak ingin terpancing. 

Berbekal evaluasi dari kekalahan pertemuan terakhir mereka di Indonesia Masters 2026 lalu, komunikasi rapat di lapangan akan menjadi senjata utama Sabar/Reza untuk menjaga ritme permainan mereka agar tetap konsisten dari awal hingga akhir.

‘’Kami akan antisipasi hal ini, karena mereka masih muda dan sangat berpotensi juga untuk ke depannya. Ya semoga kami besok bisa mengeluarkan kemampuan terbaik melawan mereka," tandas Reza.

Berdasarkan catatan rekor, laga All-Indonesian Semifinal besok diprediksi akan berjalan sangat sengit karena kedua pasangan memiliki rekor pertemuan yang sama kuat, yakni 1-1. Sabar/Reza wajib waspada mengingat pada bentrokan terakhir di Daihatsu Indonesia Masters 2026, giliran Raymond/Joaquin yang keluar sebagai pemenang.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: