Kuwait-Bahrain Kutuk Keras Serangan Rudal dan Drone Iran
BeritaNasional.com - Situasi di kawasan Teluk kian memanas setelah Kuwait dan Bahrain secara resmi mengutuk keras aksi serangan udara yang kembali diluncurkan oleh Iran pada Sabtu (6/6/2026).
Kedua negara tersebut menilai tindakan agresif ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang nyata serta eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas regional.
Ketegangan terbaru ini dipicu oleh konfirmasi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyatakan telah menggempur Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dan Markas Besar Armada Kelima AS di Bahrain.
Langkah tersebut diklaim Iran sebagai aksi balasan atas serangan Amerika Serikat sebelumnya di Pulau Qeshm dan Kabupaten Sirik, Iran selatan.
Kuwait: Pelanggaran Hukum Internasional yang Tak Bisa Ditoleransi
Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, Kementerian Luar Negeri Kuwait menegaskan serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah mereka.
Pihak Kuwait juga menyoroti beberapa poin krusial terkait agresi ini:
Melanggar Aturan Global: Serangan tersebut melanggar hukum internasional, Piagam PBB, serta Resolusi Dewan Keamanan 2817.
Merusak Upaya Perdamaian: Agresi yang terus berlanjut ini dinilai sangat berbahaya, terutama di tengah fokus dunia global yang sedang berupaya mencegah terjadinya konflik regional yang lebih luas.
Tidak Memiliki Dasar: Pemerintah Kuwait menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut tidak dapat dibenarkan atau diterima dengan dalih apa pun.
Bahrain Desak Iran Buka Total Selat Hormuz
Senada dengan Kuwait, Kementerian Luar Negeri Bahrain juga menyatakan bahwa aksi militer Iran menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas di kawasan Teluk.
Merespons situasi darurat ini, Bahrain mengeluarkan tuntutan tegas kepada Iran:
- Segera menghentikan seluruh serangan militer.
- Membuka kembali Selat Hormuz secara penuh tanpa ada batasan apa pun.
- Menghormati kebebasan navigasi maritim internasional berdasarkan hukum yang berlaku.
Berhasil Dicegat, Serangan Kedua dalam Beberapa Hari Terakhir
Sebelum mengeluarkan pernyataan kecaman, otoritas militer Kuwait dan Bahrain mengumumkan bahwa sistem pertahanan mereka berhasil mengidentifikasi dan mencegah serangan rudal serta pesawat tak berawak (drone) tersebut.
Insiden ini tercatat sebagai serangan kedua yang dilancarkan IRGC dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kelompok militer Iran tersebut juga mengumumkan telah menghujani dua pangkalan AS yang sama di Kuwait dan Bahrain, sebagai respons atas serangan semalam AS terhadap menara komunikasi IRGC di Pulau Qeshm.
Sumber: Xinhua News
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





