Kapolri Ungkap Keinginan Jadi Aktivis Selepas Pensiun di Hadapan Buruh

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:30 WIB
Kapolri ungkap keinginan jadi aktivis kalau pensiun (Beritanasional/Bachtiar)
Kapolri ungkap keinginan jadi aktivis kalau pensiun (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap keinginan menjadi aktivis setelah pensiun dari pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Hal itu disampaikan Sigit saat menghadiri acara Kongres ke-3 Konfederasi Persatuan Buruh İndonesia (KPBI) di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Pernyataan soal aktivitas setelah pensiun Sigit kembali disampaikan, setelah ucapan yang ingin menjadi petani sempat menyita perhatian. Ketika menolak rencana Polri berada di bawah kementerian. 

“Tadi sudah banyak yang disampaikan oleh beliau-beliau. Memang terjadi perubahan dari aktivis-aktivis saat ini rata-rata kemudian menjadi pimpinan-pimpinan di kabinet. Selamat Pak, ya,” kata Sigit sambil menyapa aktivis buruh yang kini masuk ke Kabinet, salah satunya Jumhur Hidayat selaku Menteri Lingkungan Hidup (LH).

“Jadi karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri saya gantian jadi aktivis. Boleh nggak?” kata Sigit yang disambut tepuk tangan para buruh yang hadir.

Sigit pun mengaku keinginannya menjadi aktivis, karena tergugah dengan yel-yel KPBI. Sambil berkelakar, ia yang sudah menjabat lima tahun sebagai Kapolri tidak sabar ingin turun demo menyuarakan aspirasi rakyat.

“Karena saya terus terang saya tadi sangat senang dengar yel-yelnya tadi. Kayaknya cocok buat saya. Karena hampir lima tahun saya ini didemo terus. Jadi gantian nanti saya mau demo Pak Jumhur,” ujar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan pemerintah saat ini juga sedang bekerja keras membangun hubungan diplomatik demi menjaga iklim usaha dan nasib para buruh di tengah situasi global yang tidak menentu.

Termasuk dukungan Polri lewat Deks Ketenagakerjaan untuk membantu mencari jalan penyelesaian dalam masalah dunia pekerja. Meski belum maksimal, tetapi deks yang baru dibentuk telah membantu 3.000 pekerja yang terkena PHK untuk kembali mendapat pekerjaan.

“Saya mohon dukungan, support dari rekan-rekan sehingga desk ketenagakerjaan ini betul-betul bisa berjalan dengan baik dan bisa terus memperjuangkan hak-hak dari rekan-rekan semuanya,” ujar Sigit.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: