Pemprov DKI Minta Biopori Jumbo Duren Sawit Jadi Contoh Pengelolaan Sampah di Jakarta

Oleh: Lydia Fransisca
Senin, 08 Juni 2026 | 06:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Beritanasional/Lydia)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Beritanasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelolaan sampah organik metode Biopori Jumbo di RW 014 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, dijadikan percontohan bagi wilayah lain di Jakarta. 

Permintaan itu disampaikan saat meninjau langsung pengelolaan sampah tersebut pada Minggu (7/6/2026) kemarin.

“Atas nama Pemerintah DKI Jakarta, kami mengapresiasi apa yang dilakukan RW 014 dengan enam RT yang berinisiatif mengelola sampah melalui metode biopori jumbo,” kata Pramono.

Di RW 014 Pondok Kelapa, warga menyiapkan 150 titik Biopori Jumbo untuk melayani sekitar 300 rumah.

Sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan dan limbah dapur dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk diolah menjadi kompos sehingga tidak seluruhnya dibuang ke fasilitas pengolahan akhir.

Pramono menilai, metode tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pengolahan.

“Kalau ini berjalan baik, ini bisa menjadi role model penanganan sampah di Jakarta. Saya sengaja ingin menunjukkan bahwa penanganan sampah oleh Pemerintah DKI Jakarta tidak dilakukan setengah hati,” ujar Pramono.

Ia pun menegaskan bahwa persoalan sampah Jakarta harus ditangani mulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. 

Upaya itu, kata dia, perlu berjalan bersamaan dengan penguatan fasilitas pengolahan sampah yang dimiliki pemerintah.

Lebih lanjut, Pramono menyebut bahwa volume sampah Jakarta saat ini mencapai sekitar 9.000 ton per hari.

Karena itu, Pemprov DKI terus mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui TPST Bantargebang, fasilitas pengolahan di Marunda dan Sunter, serta RDF di Rorotan dan Bantargebang.

“Mudah-mudahan dengan penanganan ini, neraca sampah Jakarta yang kurang lebih 9.000 ton semuanya bisa terkelola. Kalau itu berjalan, sebagai kota global dan modern, persoalan sampah Jakarta mudah-mudahan bisa tertangani secara menyeluruh di era kepemimpinan saya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RW 014 Pondok Kelapa Teguh Husaini mengatakan gerakan pemilahan sampah di wilayahnya telah dimulai sejak tiga tahun lalu. Saat ini warga telah membangun 130 titik Biopori Jumbo dari target 150 unit.

“Sebelum ada Ingub Nomor 5 Tahun 2026, kami sudah memilah sampah sejak tiga tahun lalu. Memang belum sempurna, tapi sudah mulai berjalan. Dengan adanya Ingub ini, kami lebih serius sampai membuat biopori jumbo,” ungkap Teguh.

Ia menambahkan, ke depan jumlah Biopori Jumbo akan ditambah hingga 200 unit untuk mengolah sampah organik rumah tangga maupun sampah dari ruang publik di lingkungan RW 014.

“Alhamdulillah warga mendukung. Tidak ada kendala dari warga,” pungkasnya.


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: