Target Penurunan Biaya Logistik Nasional, AHY: Tujuan Kami Sederhana

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 08 Juni 2026 | 13:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (BeritaNasional/istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (BeritaNasional/istimewa)

BeritaNasional.com -  Pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik nasional mencapai 12,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2029. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerangkan upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi termasuk memperkuat daya saing nasional.

“Tujuan kami sederhana, bagaimana biaya logistik semakin efisien, konektivitas antardaerah semakin kuat, investasi dan lapangan kerja semakin tumbuh, serta distribusi barang dan layanan publik dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik,” terangnya. 

Indonesia mendorong berbagai peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, transfer pengetahuan dan teknologi, serta penguatan kapasitas industri transportasi nasional. Hal ini dilakukan supaya semakin siap menghadapi tantangan masa depan.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia perlu terus membuka ruang kolaborasi yang mampu memperkuat daya saing nasional. Yang terpenting bukan hanya siapa mitra kerja samanya, melainkan bagaimana setiap kerja sama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," paparnya.

Dalam keterangannya tersebut putra pertama Presiden Susilo Bambang Yudoyoni ini juga menegaskan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa, transportasi bukan sekadar sarana mobilitas, tapi urat nadi yang menghubungkan masyarakat, memperkuat persatuan, serta membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi.

“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa. Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara,” tegasnya.

Pembangunan yang menghubungkan semua daerah dan pulau  di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan tol tapu harus diperkuat dengan transportasi laut dan udara.

Pun pendekatan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara-negara kontinental yang bertumpu pada jaringan darat. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan strategi konektivitas yang lebih komprehensif.

"Pengutan konektivitas antarpulau menjadi kunci  mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional," tukasnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: