Wakil Ketua MPR Sebut Perdamaian Tidak Akan Terwujud Tanpa Kemerdekaan Seluruh Bangsa
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan perdamaian dunia tidak akan terwujud tanpa kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh bangsa.
Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Dialog Global dalam rangka Hari Peringatan Dialog Internasional untuk Peradaban di gedung DPR Senayan Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dialog bertema “Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia” itu menjadi forum untuk memperkuat kolaborasi lintas bangsa dan agama dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, HNW menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum yang dinilainya sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia, khususnya Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan komitmen bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Tidak mungkin akan ada ketertiban dunia dan perdamaian yang sejati apabila yang terjadi justru represi dan penjajahan. Hanya akan ada perdamaian yang benar apabila di sana ada keadilan dan tidak ada lagi penjajahan,” terangnya.
Menurutnya, forum ini menjadi penting karena mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur legislatif, eksekutif, organisasi keagamaan, lembaga internasional, hingga perwakilan negara sahabat untuk bersama-sama memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian global.
Ia menegaskan konstitusi Indonesia memberikan landasan kuat bagi bangsa Indonesia untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih berada di bawah penjajahan.
“Keinginan untuk menghadirkan perdamaian dunia sesungguhnya merupakan pengejawantahan langsung dari konstitusi Indonesia. Amanat itu tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya,” katanya.
Selain itu, HNW juga menyoroti situasi di Palestina yang menurutnya menjadi salah satu tantangan terbesar bagi terwujudnya perdamaian dunia. Ia menyebut berlanjutnya konflik dan pendudukan wilayah Palestina sebagai persoalan yang membutuhkan perhatian serius komunitas internasional.
“Jika forum ini lahir dari keprihatinan atas berlanjutnya penjajahan dan serangan terhadap Palestina, Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, hingga meluas ke kawasan lain, maka ini adalah langkah yang sangat relevan untuk membangun solidaritas dan aksi nyata bagi perdamaian,” jelasnya.
HNW menilai peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap sangat strategis dalam memperjuangkan penyelesaian konflik dan pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina. Ia menyebut melalui forum PBB sudah semakin banyak negara yang memberikan pengakuan kepada Palestina sebagai perkembangan positif dalam diplomasi internasional.
“Lebih dari 153 negara telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Ini menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina mendapatkan dukungan yang semakin luas dari masyarakat internasional, yang artinya keinginan menghadirkan perdamaian melalui kemerdekaan dan menghapus penjajahan makin mendapat dukungan yang meluas. Memang PBB harus lebih efektif mewujudkan perannya dan jangan terkungkung dengan hak veto yang melindungi Israel. Namun, jangan sampai karena kekecewaan pada PBB, maka dia digusur dengan menghadirkan lembaga baru yang bahkan sepenuhnya menggusur eksistensi Palestina, apalagi pengakuan terhadap Palestina sebagai negara merdeka,” tegasnya.
Lebih lanjut, HNW menekankan pentingnya sinergi antara parlemen, pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil untuk memperkuat diplomasi perdamaian. Menurutnya, tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas tantangan global saat ini.
“PBB tidak bisa bekerja sendirian. Diperlukan kebersamaan seluruh pihak, termasuk parlemen, pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan negara-negara sahabat untuk menghadirkan perdamaian yang berkeadilan,” katanya.
Politisi senior PKS ini juga menyampaikan Indonesia terus konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum internasional, termasuk forum parlemen dunia, serta melalui diplomasi yang dijalankan pemerintah Indonesia.

POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






