Rupiah Bergerak Menguat 3 Poin
BeritaNasional.com - Pagi ini Kamis (11/6/2026) rupiah bergerak menguat 3 poin ( 0,02%) menjadi Rp17.941 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.944 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah seiring kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda, pelemahan harga minyak global.
“Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda seiring pelemahan harga minyak global, sementara keputusan pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM (Bahan Bakar Minyak) Pertamax turut mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal,” ujarnya.
Lebih lanjut perkembangan ini memperkuat ekspektasi defisit fiskal akan lebih terkendali, sehingga memberikan dukungan bagi rupiah maupun pasar obligasi domestik.
Rupiah sambung dua juga terus memperoleh manfaat dari semakin kuatnya transmisi kebijakan kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang diumumkan sehari sebelumnya, karena keputusan tersebut meningkatkan daya tarik imbal hasil aset domestik.
Melihat sentimen global, inflasi umum AS meningkat menjadi 4,2 persen year on year (yoy) pada Mei 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar dan lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 3,8 persen yoy.
Menurut dia, kenaikan ini menandai percepatan inflasi umum selama tiga bulan berturut-turut, terutama didorong oleh lonjakan harga energi sebesar 23,5 persen yoy di tengah berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah. (Antara)

POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





