Prastawa Sebut Pertahanan dan Mentalitas Ogah Kalah Kunci Pelita Jaya Rebut Game 1 Finals IBL 2026
BeritaNasional.com - Point guard andalan Pelita Jaya Jakarta Andakara Prastawa Dhyaksa membeberkan kunci sukses timnya membalikkan keadaan pada Game 1 Finals Indonesia Basket League (IBL) 2026.
Menurut dia, kemenangan dramatis atas Bogor Hornbills ini murni lahir dari perbaikan sektor pertahanan dan mentalitas pantang menyerah.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jumat (19/6/2026) malam, Pelita Jaya dipaksa memeras keringat lebih dalam.
Mereka sempat tertinggal di kuarter ketiga sebelum akhirnya mengunci kemenangan tipis 90-87 lewat babak overtime (OT).
Berawal dari Defense, Mengunci Momentum
Laga berjalan luar biasa sengit sejak tip-off. Skor kembar konsisten terjadi di paruh pertama, mulai dari 19-19 di kuarter satu hingga 35-35 di kuarter kedua.
Memasuki kuarter ketiga, Bogor Hornbills yang diarsiteki Cesar Camara Peres sempat mencatatkan keunggulan hingga 9 angka dan menutup kuarter tersebut dengan keunggulan 58-55.
Di saat tertinggal itulah, Prastawa menyebut respons cepat dari seluruh penggawa Pelita Jaya di lapangan menjadi titik balik. Alih-alih panik menyerang, fokus mereka justru dibenahi dari sektor pertahanan.
"Kita merespons baik. Kita play good defense gitu ya, jadi kita bisa dapat momentum untuk mengejar," kata Andakara Prastawa dalam sesi konferensi pers usai pertandingan pada Jumat (19/6/2026).
Kapten tim ini menekankan bahwa serangan yang mengalir lancar di kuarter pamungkas merupakan buah dari pertahanan yang solid.
"Itu pasti start-nya dari defense, jadi offense-nya bisa jalan lebih baik," tambah Prastawa menjelaskan transisi taktis timnya.
Karakter Kuat di Babak Tambahan
Strategi tersebut terbukti ampuh. Pelita Jaya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 76-76 di akhir kuarter keempat untuk memaksakan babak tambahan waktu.
Pada babak penentuan, performa luar biasa Perron Levon Buford yang nyaris mencetak triple-double (32 poin, 11 rebound, 9 assist) didukung solidnya performa Jeffree David Withey (20 poin) dan Darious Lee Moten (17 poin) berhasil memastikan kemenangan tipis 14-11 di babak OT.
Bagi Prastawa, kemenangan di babak tambahan ini bukan sekadar urusan taktik di atas kertas, melainkan adu kemauan dan karakter keras kepala di lapangan.
"Dan ya, fight anak-anak enggak mau kalahnya, makanya bisa force sampai overtime gitu. Jadi, lebih ke defense dan kemauannya. Kemauan yang lagi main itu untuk mengambil kemenangan ini," tegasnya.
Meski Bogor Hornbills memberikan perlawanan luar biasa melalui duet maut Stephaun B. Branch dan Travin Marquell Thibodeaux yang masing-masing mengemas 22 poin, efektivitas tembakan Pelita Jaya yang mencapai 52,5% pada akhirnya menjadi pembeda.
Kemenangan di Game 1 ini menjadi modal berharga bagi Pelita Jaya untuk mengamankan takhta juara, sekaligus menjadi bahan evaluasi berharga bagi kedua tim menatap laga berikutnya.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






