Pecahkan Rekor Dunia di Usia 39 Tahun, Lionel Messi: Saya Tak Pikirkan Umur
BeritaNasional.com - Sehari menjelang ulang tahunnya yang ke-39 pada 24 Juni, Lionel Messi resmi dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia.
Kendati usianya tak lagi muda, megabintang Argentina itu menegaskan umur hanyalah angka sehingga tidak membebani pikirannya.
Rekor fantastis tersebut pecah saat Argentina membungkam Austria dengan skor 2-0 di Dallas pada Senin (22/6/2026) waktu setempat.
Messi membuka keunggulan Albiceleste di babak pertama sekaligus melewati rekor 16 gol milik legenda Jerman Miroslav Klose.
Ia kemudian mengunci kemenangan lewat gol tambahan di masa injury time, membawa total pundi-pundi golnya di turnamen ini menjadi 18 gol.
"Saya tidak menghabiskan waktu untuk memikirkan usia saya. Fokus saya hanya menjaga kondisi tubuh. Fisik saya terasa sangat bugar, dan mungkin itulah alasan mengapa saya bisa bermain dengan lebih baik," ujar Messi setelah pertandingan yang dikutip dari Xinhua News pada Selasa (23/6/2026).
Amankan Tiket 32 Besar, Messi Pasrahkan Menit Bermain ke Scaloni
Kemenangan atas Austria ini mengukuhkan posisi Argentina di puncak klasemen Grup J dengan koleksi enam poin, unggul tiga angka dari Austria di peringkat kedua. Hasil ini sekaligus menyegel tiket sang juara bertahan ke babak 32 besar.
Mengingat kelolosan yang sudah aman, kapten Argentina tersebut mengaku belum tahu apakah dirinya akan turun dalam laga pamungkas fase grup kontra Yordania pada Sabtu (27/6) mendatang.
Messi menyerahkan sepenuhnya keputusan bermain kepada sang manajer, Lionel Scaloni.
Pemilik delapan trofi Ballon d'Or ini menegaskan dirinya selalu siap dan bahagia berada di dalam skuad yang punya mentalitas petarung tanpa memandang siapa pun lawannya.
"Manajer (Lionel Scaloni) akan memutuskan apakah saya bermain atau tidak, atau seberapa banyak saya bermain. Saya merasa baik dan senang menjadi bagian dari grup ini, yang selalu berjuang tanpa memedulikan siapa lawannya dan tidak pernah lengah," paparnya.
Meski keluar sebagai pahlawan, Messi mengakui bahwa kegagalannya mengeksekusi penalti pada menit kesembilan sempat memengaruhi ritme permainan tim. Argentina sempat membuang beberapa peluang emas sebelum akhirnya berhasil memecah kebuntuan.
"Kami sempat mengendalikan laga, tapi bola sulit sekali masuk. Namun, kami berhasil bangkit dan menunjukkan permainan sepak bola dengan intensitas tinggi serta tempo yang cepat," kata eks penggawa Barcelon Messi.
Ia memuji daya juang rekan-rekan setimnya yang dinilai sangat solid.
"Tim ini selalu berjuang dengan sangat baik. Kami bisa saja bermain bagus atau buruk, namun satu yang pasti, kami akan selalu bertarung habis-habisan di setiap pertandingan dengan cara yang sama," tandas pesepak bola yang kini memperkuat Inter Miami.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu





