Usai Imbangi Inggris, Pelatih Ghana Pertanyakan Peran VAR di Piala Dunia

Oleh: Harits Tryan
Rabu, 24 Juni 2026 | 15:15 WIB
Pertandingan Timnas Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)
Pertandingan Timnas Inggris vs Ghana di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, melontarkan sindiran kepada perangkat Video Assistant Referee (VAR) setelah timnya bermain imbang tanpa gol melawan Inggris dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 di Foxborough, Massachusetts, Selasa waktu setempat.

Menurut Queiroz, Ghana seharusnya mendapat hadiah penalti pada menit-menit akhir pertandingan setelah Prince Adu dijatuhkan bek Inggris Ezri Konsa di area terlarang. Namun, wasit dan VAR memutuskan untuk tidak memberikan penalti kepada Black Stars.

"Saya tidak yakin VAR masih berfungsi di Piala Dunia. Kita masih punya VAR? Apakah VAR masih berfungsi?" ujar Queiroz dalam konferensi pers usai pertandingan dikutip dari ESPN, Rabu (24/6/2026).

Pelatih asal Portugal itu juga menilai ada insiden lain yang seharusnya berujung penalti bagi Ghana. Dengan nada sarkastis, ia menyebut petugas VAR sedang "pergi minum kopi" saat momen tersebut terjadi.

"Kami memiliki peluang hingga mereka beruntung. Mereka sangat beruntung. Sekali lagi, VAR mengambil keputusan untuk minum kopi. Itu wajar, saya juga ingin minum kopi sesekali, tetapi itu jelas penalti, kartu merah," kata Queiroz.

Meski mengkritik keputusan wasit dan VAR, Queiroz tetap menganggap hasil imbang tersebut cukup adil. Menurutnya, Inggris unggul dalam penguasaan bola, sementara Ghana mampu menunjukkan daya juang yang tinggi dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

"Pada akhirnya, itulah mengapa saya mengatakan itu adalah hasil yang adil. Mereka lebih banyak menguasai bola, kami lebih berjuang, kami berjuang lebih baik, kami menciptakan peluang, mereka juga memiliki peluang di akhir pertandingan. Saya pikir mereka senang dan saya juga senang dengan hasil imbang ini," ujarnya.

Dalam pertandingan tersebut, Inggris tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 79 persen. Namun, dominasi itu tidak mampu dikonversi menjadi gol meski The Three Lions melepaskan 19 tembakan sepanjang laga.

Selain kontroversi penalti, laga juga diwarnai ketegangan antara Queiroz dan gelandang Inggris Jude Bellingham menjelang turun minum. Insiden bermula setelah pemain Real Madrid itu melakukan tekel keras terhadap Jerome Opoku.

Bellingham mengakui tekel yang dilakukannya cukup ceroboh, namun menegaskan situasi tersebut merupakan bagian dari persaingan di atas lapangan.

"Sejujurnya, itu terjadi saat saya melakukan tekel yang ceroboh. Saya mencoba merebut bola, dan saya sedikit melakukan gerakan lanjutan sehingga mengenai pemain lawan," kata Bellingham.

Sementara itu, Queiroz mengungkapkan dirinya hanya berusaha menenangkan Bellingham setelah tekel tersebut. Menurutnya, reaksi sang pemain justru memicu ketegangan singkat di pinggir lapangan.

Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup L semakin terbuka. Sebelumnya, Ghana mengawali turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Panama, sedangkan Inggris menundukkan Kroasia dengan skor 4-2.

Pada pertandingan berikutnya, Inggris dijadwalkan menghadapi Panama di East Rutherford, New Jersey, sementara Ghana akan melanjutkan perjuangannya dengan menghadapi Kroasia dalam upaya mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Sumber: ESPNsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: