Kementerian Kebudayaan Gandeng FBI Pulangkan Artefak Indonesia
BeritaNasional.com - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bergerak cepat mempercepat pengembalian (repatriasi) artefak sejarah milik Indonesia yang saat ini berada di luar negeri.
Langkah ini dilakukan dengan menjalin koordinasi intensif bersama biro investigasi federal Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI).
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan langkah ini diambil untuk mengurai sumbatan birokrasi dan kendala teknis yang selama ini menghambat proses pemulangan warisan budaya nasional.
“Kami ingin mengetahui berbagai kendala yang mungkin masih dihadapi dari sisi kami. Karena itu, kami berkomitmen membangun prosedur yang lebih jelas dan mempercepat proses yang diperlukan agar upaya pemulangan warisan budaya dapat berjalan semakin baik,” ujar Fadli Zon yang dikutip dari Antara pada Rabu (24/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli usai menggelar pertemuan dengan Robert F. Lafferty, Atase Penegakan Hukum (Legal Attaché) FBI untuk wilayah Indonesia dan Timor-Leste.
Menurut Fadli, pemulangan aset bersejarah ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah krusial dalam menjaga identitas budaya bangsa sekaligus membuka akses edukasi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sejak Kementerian Kebudayaan berdiri sebagai instansi mandiri, pemerintah terus menempatkan isu pemulihan warisan budaya di luar negeri sebagai salah satu program prioritas melalui berbagai diplomasi internasional.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan selama ini dalam upaya pemulangan artefak budaya Indonesia. Sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan, kami berupaya sebaik mungkin untuk memulihkan dan mengembalikan warisan budaya nasional melalui berbagai bentuk kerja sama internasional,” tambahnya.
FBI Sebut Proses Repatriasi Alami Kemajuan Pesat
Di sisi lain, pihak FBI menyambut positif komitmen tinggi dari pemerintah Indonesia. Robert F. Lafferty mengungkapkan sinergi lintas sektoral antara Kementerian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI telah menunjukkan tren yang sangat positif.
Lafferty menilai kerja sama ini telah membuahkan hasil nyata dengan kemajuan yang signifikan, terutama sepanjang satu tahun terakhir.
“Dalam satu tahun terakhir kami melihat perkembangan yang sangat baik. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan sehingga artefak-artefak tersebut dapat kembali ke Indonesia,” ungkap Lafferty.
Lebih lanjut, Lafferty menegaskan FBI berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendukung setiap proses hukum maupun investigasi guna memulangkan benda-benda bersejarah asal Indonesia tersebut.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari proses ini. Kerja sama seperti ini menunjukkan bagaimana pelindungan warisan budaya dapat menjadi ruang kolaborasi yang positif antara kedua negara,” jelasnya.
Melalui penguatan kemitraan global ini, Kementerian Kebudayaan berharap seluruh artefak yang berhasil direpatriasi nantinya bisa segera dimanfaatkan secara optimal, mulai dari kepentingan penelitian akademik, fasilitas pendidikan, hingga memperkokoh jati diri kebudayaan Indonesia.
Sumber: Antara
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







