Pelatihan SPPI Disempurnakan, Pemerintah Utamakan Keselamatan Peserta

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:00 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari. (Foto/Bakom RI)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari. (Foto/Bakom RI)

BeritaNasional.com - Pemerintah memutuskan menyempurnakan program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tanpa mengurangi kualitas para peserta. Program tersebut dipersiapkan untuk mencetak pengelola dan manajer di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan perubahan konsep pelatihan dilakukan agar program semakin tepat sasaran. Dalam penyempurnaan tersebut, pemerintah memastikan nilai-nilai utama seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air tetap dipertahankan. Namun, metode pelaksanaannya akan disesuaikan agar lebih efektif dan lebih memperhatikan kondisi fisik maupun mental peserta.

“Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri,” kata Qodari, Senin (6/7/2026).

Qodari optimistis penyempurnaan metode pelatihan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program SPPI. Menurut dia, pendekatan yang lebih humanis tetap mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

“Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara,” katanya.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan melindungi para peserta SPPI yang dipersiapkan sebagai kader pembangunan nasional. Para peserta dinilai merupakan anak muda pilihan yang akan mengabdi kepada negara melalui KDKMP dan KNMP.

Karena itu, pemerintah menempatkan aspek keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan peserta sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan pelatihan. Pemerintah menilai tidak ada tujuan program yang lebih penting daripada memastikan seluruh peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dan pelatihan secara aman, nyaman, dan optimal.

Qodari mengatakan pemerintah juga terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan program.

“Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari evaluasi tersebut, pemerintah memutuskan menyempurnakan konsep pelatihan SPPI. Jika sebelumnya pelatihan menggabungkan latihan dasar kemiliteran dan manajerial dengan intensitas yang cukup padat, kini konsep tersebut diubah menjadi pelatihan bela negara dan manajerial dengan pendekatan yang lebih humanis.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: