Kemhan Pastikan Peserta Latsarmil SPPI Telah Lolos Tes Kesehatan Sebelum Pelatihan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 26 Juni 2026 | 08:46 WIB
Kemhan Pastikan Peserta Latsarmil SPPI Telah Lolos Tes Kesehatan Sebelum Pelatihan. (Foto/Kemhan)
Kemhan Pastikan Peserta Latsarmil SPPI Telah Lolos Tes Kesehatan Sebelum Pelatihan. (Foto/Kemhan)

BeritaNasional.com - Insiden meninggalnya tiga peserta latihan dasar militer (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tengah menjadi sorotan.

Karoinfohan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan sebelum peserta mengikuti latsarmil semuanya telah melalui proses seleksi dan tes kesehatan.

”Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” kata dia saat dikonfirmasi dikutip Jumat (26/6/2026).

Secara terpisah, Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin menjelaskan tes kesehatan dilakukan di satuan pendidikan (satdik) untuk mendata seluruh riwayat penyakit maupun penyakit bawaan.

”Untuk seleksinya dari pusat, dari BPSDM. Bukan dari kami, kami hanya menerima. Namun untuk backup kami supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan, kami laksanakan cek terakhir lagi,” kata Agus. 

Agus yang telah mendengar kabar meninggalnya tiga peserta turut menyampaikan duka. Ia pun kembali mengecek kondisi kesehatan para peserta yang menjalani latsarmil di Brigif 1 Marinir Cilandak.

”Kami bersama pelatih sudah mendengar berita duka yang menimpa rekan kita yang di satdik lain. Sebagai penanganan dan pencegahan kami, yang pertama saat masuk, kami cek kesehatan mereka, tensi, dan kondisi fisik,” ucapnya.

“Kemudian setelah kita rekap, data-data yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kami pisahkan sampai dengan tingkat Peleton dan Kompi,” tambah dia.

Tujuannya tidak lain untuk memastikan mereka tidak mengikuti kegiatan fisik di lapangan. Para peserta dengan riwayat penyakit kronis atau sakit berat hanya mengikuti pelatihan di dalam kelas. 

”Kalau yang kami terima di sini ada asma, hipertensi, pasca patah tulang. Kalau jantung tidak ada. Tapi ada juga yang riwayat TBC namun sudah sembuh. Ini masih kami dalami dan cek di Rumah Sakit Cilandak supaya betul-betul dipastikan sembuh,” ungkapnya.

Perlu diketahui ketiga peserta yakni Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti latsarmil. 

Mereka menjalani latsarmil di 3 satdik berbeda yaitu, Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, dan Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Mereka meninggal dunia, karena dinyatakan sakit.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: