Jangan Sering Menahan BAB, Ini Bahayanya

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 14 Juli 2026 | 06:00 WIB
Jangan menahan BAB (Foto/Goody feed)
Jangan menahan BAB (Foto/Goody feed)

BeritaNasional.com - Rupanya sering menahan keinginan untuk buang air besar (BAB) dampaknya bisa mengganggu fungsi usus.

Menurut laporan EatingWell, kebiasaan BAB yang sehat merupakan salah satu tanda bahwa tubuh bekerja sebagaimana mestinya. Namun kebiasaan menunda BAB bisa meningkatkan risiko ambein, juga mengubah konsistensi feses, dan menyebabkan konstipasi.

“Kalau sesekali mengabaikan keinginan BAB biasanya tidak masalah. Namun jika sudah jadi kebiasaan, maka feses akan berada lebih lama di dalam usus besar,” ujar Dokter Gastroenterologi Dr. Supriya Rao.

Dalam jangka panjang, menahan BAB bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit. Normalnya, feses berpindah dari usus besar menuju rektum saat tubuh siap mengeluarkannya. 

Namun jika hasrat diabaikan, feses akan bertahan lebih lama di usus besar.

Ahli gastroenterologi Dr. Carmen Fong, FACS mengatakan, usus besar sangat efisien menyerap air. Semakin lama feses berada di sana, semakin banyak air yang diserap sehingga feses menjadi lebih kering dan keras. Akibatnya, BAB berikutnya jadi keras dan berat.

“Menahannya terlalu sering menyebabkan siklus sembelit, tubuh mulai mengabaikan sinyal buang air besar sama sekali, yang menyebabkan penumpukan tinja di usus besar,” kata Dr. Carmen Fong, FACS.

Menahan BAB juga dapat memengaruhi fungsi normal rektum. Dokter Rao mengatakan, jika terus menahan keinginan BAB, rektum dapat meregang sehingga sensitivitasnya berkurang.

“Bahkan dalam beberapa kasus dapat memicu menyebabkan bisul pada rektum,” kata Rao.

Jika dorongan BAB terus diabaikan, sinyal tersebut lama-kelamaan menjadi kurang efektif. 

Akibatnya, seseorang menjadi kurang peka terhadap rasa ingin BAB. Dalam jangka panjang kondisi ini dapat memicu konstipasi kronis maupun gangguan fungsi rektum.

Menahan BAB juga berisiko meningkatkan ambein, wasir atau hemoroid yang merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus yang dapat terjadi di bagian dalam maupun luar. 

Kebiasaan ini membuat feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan, risiko wasir ikut meningkat.

“Feses yang keras biasanya membuat seseorang harus mengejan lebih kuat, dan itulah salah satu faktor risiko wasir,” jelas Rao.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: