Densus 88: Bom Rakitan Pelajar di MAN 3 Padang Berkategori Low Explosive

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 15 Juli 2026 | 15:50 WIB
Polisi Usut Ledakan Bom di Sekolah MAN 3 Padang (Beritanasional/Bachtiar)
Polisi Usut Ledakan Bom di Sekolah MAN 3 Padang (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap fakta baru berdasarkan hasil penyelidikan kasus ledakan di area Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), R (17), seorang pelajar yang diduga sebagai perakit bom, telah menyiapkan beberapa bom rakitan.

Namun, hanya satu bom yang meledak. Ledakan tersebut dikategorikan sebagai ledakan berkekuatan rendah (low explosive).

"Dari beberapa bom rakitan yang dibuat hanya satu meledak (low explosive) di samping kelas,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, saat dikonfirmasi pada Rabu (15/7/2026).

Meski ledakan terjadi di area samping ruang kelas dan sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah, polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," kata Mayndra.

Ledakan bermula ketika petugas keamanan sekolah menemukan barang mencurigakan di lingkungan MAN 3 Padang sekitar pukul 11.30 WIB. Temuan tersebut kemudian diamankan dan dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Setelah diselidiki, penyidik menduga seluruh barang tersebut merupakan milik R. Polisi juga masih mendalami target yang diduga hendak disasar pelaku dalam insiden tersebut.

"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman," kata Mayndra.

"Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik," sambung Mayndra.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: