OnePlus Tak Akan Rilis Ponsel ke AS, Eropa, dan India
BeritaNasional.com - Produsen smartphone Android populer OnePlus dilaporkan bakal menghentikan total operasionalnya di Amerika Serikat (AS) dan Eropa dalam pekan ini.
Langkah ekstrem ini diambil di tengah lesunya pasar elektronik global dan melambungnya harga komponen.
Keputusan besar ini juga telah dikonfirmasi langsung oleh pihak OnePlus.
"Setelah melalui penilaian yang cermat, OnePlus tidak akan lagi meluncurkan produk baru di Eropa dan Amerika Utara. Meski demikian, semua hak dan kepentingan pengguna, termasuk dukungan purna jual dan pembaruan perangkat lunak, akan tetap sepenuhnya terjamin," tulis OnePlus dalam pernyataan resminya yang dikutip dari TechCrunch pada Kamis (16/7/2026).
Tak hanya AS dan Eropa, laporan dari Bloomberg menyebutkan OnePlus juga akan angkat kaki dari India, yang selama ini menjadi salah satu pasar terbesar di luar Tiongkok.
Langkah mundur OnePlus ini ditengarai merupakan bagian dari perombakan besar-besaran yang dilakukan oleh induk perusahaan Oppo.
Laporan internal menyebutkan Oppo sedang berjuang menghadapi penurunan pengapalan unit hingga dua digit secara tahunan (year-on-year) pada kuartal kedua tahun 2026 akibat lemahnya permintaan pasar di wilayah-wilayah utama mereka.
Sebagai gantinya, Oppo berencana memfokuskan OnePlus hanya untuk pasar domestik Tiongkok.
Sementara itu, untuk pasar luar negeri, mereka akan mengandalkan merek Realme, khususnya di wilayah potensial seperti kawasan Nordik yang dinilai masih menunjukkan performa positif.
Dihantam Badai Krisis Chip RAMageddon
Keputusan hengkangnya OnePlus dari panggung global tidak lepas dari situasi pasar yang kian mencekik.
Lembaga riset pasar seperti IDC dan Counterpoint memproyeksikan pengiriman smartphone global akan merosot tajam hingga lebih dari 13% pada tahun 2026.
Penyebab utamanya adalah krisis pasokan chip memori yang sangat terbatas, fenomena yang kini populer dijuluki oleh para pengamat industri sebagai "RAMageddon".
Krisis ini memicu lonjakan harga produksi, di saat minat beli masyarakat global justru sedang lesu.
Data dari Counterpoint bahkan menunjukkan posisi OnePlus di AS sudah sangat terpuruk, dengan pangsa pengiriman yang anjlok hingga di bawah 1% dalam setahun terakhir.
Akhir dari Era Flagship Killer
Mundurnya OnePlus dari pasar global menandai akhir dari sebuah era penting di dunia gawai.
Didirikan pada tahun 2013 oleh Pete Lau dan Carl Pei, OnePlus awalnya memikat hati para pencinta teknologi lewat konsep "Flagship Killer" ponsel berspesifikasi dewa namun dibanderol dengan harga miring.
Seiring berjalannya waktu, OnePlus mencoba naik kelas dengan merilis ponsel flagship premium yang mahal, sembari meluncurkan seri Nord untuk menyasar segmen kelas menengah.
Namun, strategi ini tampaknya menemui jalan buntu di tengah situasi ekonomi global saat ini.
Ditambah, salah satu pendirinya, Carl Pei, telah hengkang sejak 2020 untuk mendirikan perusahaan baru bernama Nothing.
HUKUM | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 22 jam yang lalu






