De la Fuente Ungkap Kondisi Terkini Lamine Yamal yang Sempat Mengkhawatirkan Jelang Final Kontra Argentina

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:04 WIB
Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente (kanan) memeluk anak asuhnya, Lamine Yamal. (Foto/FIFA)
Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente (kanan) memeluk anak asuhnya, Lamine Yamal. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Kabar gembira datang untuk Tim Nasional (Timnas) Spanyol menjelang laga puncak Piala Dunia 2026.

Penyerang andalan Lamine Yamal dipastikan fit dan siap turun dalam laga final yang krusial melawan Argentina pada Senin (18/7/2026).

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pelatih Luis de la Fuente. Sebelumnya, fans Spanyol sempat dibuat ketar-ketir setelah Yamal (19) terlihat pincang usai laga semifinal kontra Prancis dan sempat absen dari sesi latihan.

"Dia hanya mengalami benturan keras yang memang cukup menyakitkan. Untuk berjaga-jaga, kami mengistirahatkannya. Tapi, hari ini dia sudah ikut latihan penuh bersama rekan-rekannya. Kondisinya sangat bagus dan optimal," ," ujar De la Fuente yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu (18/7/2026).

Meskipun begitu, De la Fuente menegaskan sesi latihan terakhir pada Sabtu di Stadion New York New Jersey akan menjadi penentu. 

Bagi dia, momen tersebut adalah waktu paling kritis karena jika ada cedera yang kambuh, tidak akan ada waktu lagi untuk pemulihan.

Laga ini menjadi final Piala Dunia pertama bagi Spanyol sejak mereka terakhir kali mengangkat trofi pada tahun 2010. 

Di sisi lain, Argentina mengusung misi mempertahankan gelar juara demi meraih bintang keempat mereka di jersey.

Spanyol melaju ke final dengan catatan mentereng: tak terkalahkan dan baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen berkat permainan berbasis penguasaan bola yang dominan.

Sementara itu, Argentina punya jalur yang lebih dramatis, di mana Albiceleste kerap mengandalkan gol-gol di menit akhir untuk lolos dari babak gugur.

"Hari Minggu nanti kita akan melihat pertunjukan yang luar biasa. Dua tim super yang punya banyak kemiripan dalam hal bakat dan sikap," tutur pelatih berusia 65 tahun tersebut.

Ogah Kawal Ketat Messi

Salah satu sorotan utama dalam laga ini tentu saja bagaimana cara Spanyol meredam magis Lionel Messi, yang sudah berkontribusi langsung dalam 12 dari 19 gol Argentina di turnamen ini. 

Menariknya, De la Fuente mengaku tidak akan menerapkan strategi kawalan ketat satu lawan satu (man-to-man marking) kepada La Pulga.

Ia menceritakan kisah masa lalunya yang traumatis saat masih melatih tim muda Sevilla dan menghadapi Messi di Barcelona.

"Saat itu skor masih 0-0 dan saya menugaskan satu pemain untuk mengawal ketat Messi. Pada menit ke-70, pemain saya harus diganti karena sudah kena kartu kuning. Hanya dalam waktu 15 menit tersisa, Messi menjebol gawang kami empat kali. Jadi, tidak ada kawalan man-to-man kali ini. Kami hanya harus ekstra waspada secara kolektif," katanya.

Saat ditanya mengenai perbandingan antara Lamine Yamal dan Messi, De la Fuente meminta publik untuk tidak membebani pemain mudanya. 

Bagi De la Fuente, Messi adalah panutan. Namun, Yamal harus fokus menjadi dirinya sendiri karena ia memiliki potensi raksasa untuk mengukir sejarahnya sendiri.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: