Ini Cara Menabung di Era Digital yang Patut Dicoba

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Minggu, 19 Juli 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi menabung (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi menabung (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Sejak kecil kita sudah diajarkan pentingnya menabung. Saking pentingnya di sekolah diterapkan menabung dengan menyisihkan uang jajan. 

Meski telah diajarkan sejak kecil namun untuk menjaga sikap konsisten tersebut hingga kita dewasa tidaklah mudah. Dibutuhkan kerja keras dan keteguhan hati untuk tidak kompromi dengan keinginan yang sifatnya sementara. Apalagi dalam kondisi ekonomi sekarang yang tidak menentu, menabung menjadi langkah ninja menghadapinya. 

Di era serba cepat dan praktis seperti sekarang, menabung menjadi semakin mudah. Transformasi teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara menabung dan mengelola keuangan.melalui berbagai layanan dan aplikasi digital.

Eit tunggu dulu! Walau caranya semakin mudah namun kita tetap harus menerapkan strategi yang tepat agar kebiasaan menabung dapat berjalan konsisten dan sesuai dengan tujuan.

Yuk simak ulasan singkatnya dilansir dari laman Pegadaian

 

1. Tentukan Tujuan Tabungan Sejak Awal

Salah satu alasan seseorang sulit konsisten menabung adalah karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Karena itu, kamu harus memiliki tujuan yang spesifik. Mulai sekarang, coba tentukan target keuangan yang ingin dicapai dengan jelas dan realistis. Misalnya:

  1. Dana darurat.
  2. Dana pendidikan.
  3. Modal usaha.
  4. Biaya liburan.
  5. Persiapan membeli rumah atau kendaraan.


Ketika tujuan sudah jelas, kamu akan lebih termotivasi untuk menyisihkan uang secara rutin dan tidak mudah tergoda menggunakan dana tabungan untuk kebutuhan lain. Menabung pun jadi terasa menyenangkan.

2. Buatlah Anggaran Bulanan yang Realistis

Selanjutnya, kunci keberhasilan menabung adalah mengatur arus keuangan dengan baik. Kamu dapat membuat anggaran berdasarkan pendapatan dan kebutuhan bulanan. Salah satu metode yang banyak dipakai untuk strategi menabung adalah metode 50/30/20.

Metode sederhana ini berisi pembagian dana untuk 3 kategori utama, yaitu 50% untuk kebutuhan utama, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi. Ini bisa menjadi acuan yang jelas sehingga pengeluaran bulanan tetap terkendali.

3. Pisahkan Dana Tabungan dari Rekening Transaksi

Cara menabung di era digital berikutnya adalah dengan memisahkan dana ke dalam beberapa rekening.

Menyimpan seluruh dana dalam satu rekening sering kali membuat uang tabungan bercampur dengan dana operasional sehari-hari. Agar lebih disiplin, gunakan rekening atau akun terpisah khusus untuk menabung.

Cara ini dapat membantu kamu memantau perkembangan tabungan sekaligus mengurangi keinginan untuk menggunakannya sewaktu-waktu.

4. Manfaatkan Fitur Tabungan Otomatis (Autodebet)

Berbagai layanan keuangan digital kini telah menyediakan fitur autodebet yang memungkinkan pemotongan dana secara otomatis untuk pembayaran pada tanggal tertentu.

Misalnya, kamu menggunakan fitur ini untuk membayar cicilan tabungan emas setiap bulan di tanggal 15. Maka, saldo rekening akan otomatis terpotong di tanggal tersebut.

Dengan memanfaatkan fitur ini, kamu dapat membangun kebiasaan menabung secara konsisten tanpa harus melakukannya secara manual setiap bulan.
 

5. Gunakan Aplikasi Keuangan untuk Memantau Pengeluaran

Di era digital, pengelolaan keuangan menjadi lebih mudah berkat berbagai aplikasi pencatat keuangan. Melalui aplikasi tersebut, kamu dapat mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara lebih detail.

Dengan begitu, kamu jadi mengetahui secara pasti ke mana saja uang yang digunakan setiap bulan. Kamu juga bisa menemukan pos pengeluaran yang mungkin dapat dikurangi dan mengalokasikannya untuk tabungan.

6. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Kemudahan belanja online serta banyaknya promo sering kali membuat seseorang melakukan pembelian impulsif.

Sebelum bertransaksi, biasakan untuk mempertimbangkan apakah barang atau layanan tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat. Setidaknya, beri jeda waktu sekitar 2 hari untuk mempertimbangkannya.

Kebiasaan seperti ini bisa menjadi cara menabung di era digital yang efektif karena dapat membantu kamu menjaga kondisi keuangan tetap sehat dan terhindar dari pemborosan.

7. Manfaatkan Promo dengan Bijak

Saat ini, banyak sekali platform digital untuk belanja kebutuhan sehari-hari yang menawarkan promo, diskon, atau cashback untuk menarik minat konsumen. Nah, kamu bisa memanfaatkan hal ini untuk menghemat pengeluaran bulanan.

Namun, manfaatkan untuk membeli barang atau layanan yang memang diperlukan saja. Jangan sampai kamu justru terjebak dengan membeli sesuatu hanya karena tergiur potongan harganya.

Jika demikian, hal tersebut justru akan mengganggu rencana keuangan yang telah disusun sejak awal.

8. Siapkan Dana Darurat Secara Bertahap

Selain menabung untuk tujuan tertentu, jangan lupa menyisihkan dana darurat sebagai cadangan keuangan. Dana ini dapat digunakan ketika menghadapi situasi tak terduga, seperti kebutuhan kesehatan atau kondisi mendesak lainnya.

Besaran dana darurat yang perlu disiapkan dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi dan tanggung jawab finansial masing-masing, umumnya sebesar 3–12 kali pengeluaran bulanan.

Sebagai gambaran, bagi kamu yang masih lajang dan belum memiliki banyak tanggungan finansial, dana darurat sebesar 3–4 kali pengeluaran bulanan sudah dapat menjadi target awal yang cukup ideal.

9. Kombinasikan Menabung dengan Investasi

Setelah kebiasaan menabung terbentuk dan konsisten, kamu dapat mempertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana ke instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Langkah ini dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dana dalam jangka panjang sekaligus mendukung pencapaian tujuan keuangan yang lebih besar.

Sebagai contoh, emas sering menjadi pilihan bagi investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat karena nilainya cenderung lebih stabil dibandingkan beberapa instrumen investasi lainnya.

Emas juga kerap dimanfaatkan sebagai aset lindung nilai untuk menjaga daya beli dalam jangka panjang.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: