Mengenal RON pada BBM dan Dampaknya terhadap Kendaraan

Oleh: Harits Tryan Akhmad
Rabu, 26 Februari 2025 | 18:18 WIB
SPBU Pertamina di salah satu wilayah. (BeritaNasional/Elvis).
SPBU Pertamina di salah satu wilayah. (BeritaNasional/Elvis).

BeritaNasional.com - Dalam dunia otomotif, pemilihan bahan bakar minyak (BBM) yang tepat sangat berpengaruh terhadap performa dan efisiensi kendaraan. Salah satu faktor utama dalam menentukan kualitas BBM adalah Research Octane Number (RON).

Namun, apa sebenarnya RON itu dan bagaimana pengaruhnya terhadap mesin kendaraan?

Apa Itu RON?

Research Octane Number (RON) adalah angka yang menunjukkan tingkat ketahanan bahan bakar terhadap tekanan dan suhu tinggi sebelum terbakar secara spontan di dalam mesin. Semakin tinggi nilai RON, semakin besar kemampuannya dalam mencegah knocking atau detonasi yang dapat merusak mesin kendaraan.

Di Indonesia, BBM yang beredar memiliki nilai RON yang bervariasi, seperti:

- Pertalite (RON 90): Digunakan untuk kendaraan dengan kompresi mesin rendah hingga menengah.

- Pertamax (RON 92): Direkomendasikan untuk kendaraan dengan teknologi mesin lebih modern agar pembakaran lebih optimal.

- Pertamax Turbo (RON 98): Diperuntukkan bagi kendaraan performa tinggi dengan rasio kompresi mesin yang lebih besar.

Mengapa RON Penting untuk Kendaraan?

Pemilihan BBM dengan RON yang sesuai dengan spesifikasi mesin sangat penting untuk menjaga efisiensi bahan bakar, meningkatkan performa kendaraan, dan mengurangi emisi gas buang. Jika kendaraan menggunakan BBM dengan RON lebih rendah dari yang direkomendasikan, maka risiko terjadinya knocking akan meningkat, yang dapat menyebabkan penurunan daya mesin serta kerusakan jangka panjang.

Sebaliknya, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi dari spesifikasi mesin tidak selalu memberikan peningkatan performa yang signifikan. Oleh karena itu, pemilik kendaraan disarankan untuk selalu mengikuti rekomendasi pabrikan dalam memilih BBM yang sesuai dengan kendaraannya.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai RON, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih bahan bakar yang tidak hanya meningkatkan kinerja kendaraan, tetapi juga lebih ramah lingkungan.sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: