Museum Louvre Kembali Dibuka Usai Pencurian Perhiasan, Kecuali Galeri Appolo

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 23 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Museum Louvre kembali dibuka usai pencurian perhiasan, kecuali Galeri Appolo. (Foto/@MuseeLouvre)
Museum Louvre kembali dibuka usai pencurian perhiasan, kecuali Galeri Appolo. (Foto/@MuseeLouvre)

BeritaNasional.com - Museum Louvre di Paris, Prancis kembali dibuka untuk pengunjung pada Rabu (22/10/2025) kemarin, setelah dua hari sebelumnya terjadi pencurian perhiasan yang tak ternilai milik keluarga kerajaan Prancis yang tak ternilai. Demikian laporan koresponden RIA Novosti, yang dilansir dari Antara, Kamis (23/10/2025). 

Pada pukul 08.30 waktu setempat (06.30 GMT), terlihat sekitar 100 orang pengunjung telah mengantre menunggu pembukaan museum yang dijadwalkan pukul 09.00. Namun, seorang pegawai menyampaikan bahwa Galeri Appolo akan tetap ditutup. 

“Menurut rencana, museum akan dibuka hari ini. Hanya ruang tempat pencurian (Galeri Appolo) terjadi yang akan tetap ditutup,” ujar seorang pegawai Louvre yang bertugas menerima pengunjung.

Namun, pegawai museum lainnya mengatakan bahwa ia belum mengetahui apakah museum akan beroperasi seperti biasanya an mereka menunggu arahan pihak direksi museum. 

“Kami masih menunggu instruksi tambahan dari direksi,” ujarnya.

Melansir Le Parisien, pada 19 Oktober, sekelompok pencuri membobol Museum Louvre dan mencuri sembilan dari total 23 perhiasan dalam koleksi “Napoleon dan Sang Permaisuri”. Barang-barang yang dicuri termasuk tiara, anting-anting, kalung, dan bros yang pernah dimiliki oleh ratu dan permaisuri Prancis. Museum sempat ditutup menyusul insiden tersebut dan dijadwalkan untuk dibuka kembali pada Senin, namun manajemen memutuskan untuk memperpanjang penutupan.

Menteri Kebudayaan Rachida Dati menyatakan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden tersebut dan penyelidikan sedang berlangsung.

Kemudian, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menjelaskan bahwa para pencuri masuk ke Louvre melalui jendela dengan menggunakan tangga yang dipasang pada alat pengangkat (cherry picker), memotong kaca jendela dengan gerinda sudut, lalu melarikan diri menggunakan skuter.

Nunez tidak menutup kemungkinan bahwa pelaku berasal dari luar negeri. Le Parisien juga melaporkan bahwa pencurian dilakukan oleh kelompok berjumlah empat orang, dua di antaranya masuk ke dalam museum.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: