Wamen P2MI: Kita Ganti Hashtag Kabur Aja Dulu, Jadi Kerja di Luar Negeri Dulu

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 27 Februari 2025 | 06:00 WIB
Wamen P2MI Christina Aryani. (Foto/Golkar).
Wamen P2MI Christina Aryani. (Foto/Golkar).

BeritaNasional.com - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan, pihaknya menargetkan terdapat 425.000 orang yang menjadi tenaga kerja di luar negeri pada tahun ini. 

Hal tersebut disampaikan Christina saat membuka acara Job Fair Jakarta Timur Gelombang I di Tamini Square, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (26/2/2025).

"Di tahun 2025 ini Kementerian P2MI menargetkan penempatan ke luar negeri pekerja migran sebanyak 425.000 orang. Nah ini meningkat dari sebelumnya 297 ribu orang," kata Christina, dikutip Kamis (27/2/2025).

Christina mengatakan, target tersebut dapat dicapai karena pada 2024 lalu Indonesia mendapatkan permintaan tenaga kerja sebanyak 1,3 juta orang.

"Nah kami belum sanggup memenuhi itu, tapi semoga di tahun ini dengan kolaborasi lintas sektor tadi semua ini bisa menjadi peluang yang kita daya gunakan," ujar Christina.

Lebih lanjut, Christina pun menyoroti tren hastag #KaburAjaDulu yang viral di media sosial. Ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dan melihat peluang kerja di luar negeri sebagai opsi yang lebih menjanjikan.

“Intinya kalau kemarin kita sempat dengar ada hashtag Kabur Aja Dulu, ya, nah sekarang kita ganti ‘Kerja di Luar Negeri Dulu Ya’. Itu menjadi salah satu opsi selain kita bisa bekerja juga di dalam negeri,” ucap Christina.

Meski demikian, Christina mengingatkan para pencari kerja agar berhati-hati terhadap penipuan lowongan kerja daring yang menjanjikan gaji tinggi dengan syarat yang terlalu mudah.

“Sering tuh ada iklan-iklan kerja di luar negeri, gajinya 1.000 dolar, tidak perlu syarat apa-apa, paspor disediakan. Itu sudah pasti palsu atau penipuan,” tegasnya.

Untuk mendapatkan informasi resmi terkait pekerjaan di luar negeri, masyarakat diminta untuk mengecek informasi melalui Instagram Kementerian P2MI atau datang langsung ke BP2MI DKI Jakarta.sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: