Kapolri Tinjau Stasiun Tugu Yogyakarta sampai Tol Kalikangkung, Begini Hasilnya

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 29 Maret 2025 | 09:10 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau mudik Lebaran 2025. (Foto/Humas Polri))
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau mudik Lebaran 2025. (Foto/Humas Polri))

BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta dalam rangka pengamanan mudik Lebaran 2025 pada Jumat (28/4/2025). Berdasarkan pantauan, terjadi peningkatan arus lalu lintas kereta api jika dibandingkan dengan hari biasanya.

"Terjadi peningkatan dibanding hari biasanya dari 9 menjadi 13 kereta dan juga dicadangkan apabila nanti ada kekurangan di Yogyakarta," kata Sigit.

Sigit menuturkan, berdasarkan laporan di Stasiun Tugu Yogyakarta terjadi puncak pergerakan penumpang pada saat arus balik. Pada 3 hingga 9 April, tiket kereta sudah habis terjual. 

Meski begitu, pihak KAI telah menyiapkan kereta tambahan untuk mengantisipasi apabila ada kekurangan.

"Bagi yang masih ingin menentukan pilihan apakah akan menggunakan jalur darat, udara, kapal maka jalur kereta menjadi pilihan alternatif yang menurut saya cukup baik,” kata Sigit.

Lebih lanjut, eks Kabareskrim Polri ini sempat menyapa penumpang dan rata-rata memilih mudik menggunakan kereta api karena tepat waktu, aman, dan nyaman.

“Karena dari beberapa informasi pelayanan, ketepatan dan keamanan semuanya mengatakan puas," imbuhnya.

Sebelum meninjau Stasiun Tugu, Sigit juga telah melakukan pengecekan arus lalu lintas mudik di Kilometer (Km) 70 dan Km 414 Kalikangkung. 

Dari pantauannya, ia memprediksi puncak arus mudik di jalur tol dan arteri terjadi pada malam ini hingga besok subuh.

"Khusus di Jawa karena tujuan mudik mungkin jam 9, 10 akan mencapai puncaknya. Kita sudah cek melakukan upaya rekayasa mulai dari membuat one way lokal, mengatur buka tutup untuk jalur yang mengarah ke wilayah-wilayah yang memang padat. Ini menjadi bagian kita evaluasi untuk menghadapi puncak arus mudik semuanya bisa terkelola dengan baik," ucapnya.

Sigit menjelaskan, tahun lalu, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas one way secara penuh mulai dari Km 70 hingga Km 414. Namun, tahun ini, rekayasa lalu lintas one way dilakukan secara bertahap.

"Jadi, one way di tingkat provinsi Jabar kemudian kita tarik ke Jawa Tengah baru kemudian begitu arusnya memang tidak bisa ditahan lagi baru kita tarik menjadi one way mulai dari Km 70 sampai Km 414,” ujarnya.

Keputusan tersebut dilakukan agar masyarakat yang mudik ke arah barat dapat kesempatan bisa menggunakan jalur tol demikian juga di jalur arteri bisa lebih teratur.

“Ini tentunya di satu sisi bisa membuat masyarakat yang akan berangkat mudik ke arah barat mendapatkan kesempatan bisa menggunakan jalur tol demikian juga di jalur arteri bisa lebih teratur. Ini tentunya upaya kami terus melakukan perbaikan dalam hal pelayanan publik," ucapnya.

 

 

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: