Tingkat Pengangguran Jerman Capai 3 Juta, Pertama Kali dalam 1 Dekade

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 04:00 WIB
Pekerja di Indonesia. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Pekerja di Indonesia. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Angka pengangguran di Jerman melonjak hingga menembus 3 juta jiwa pada Agustus. Angka tersebut menjadi rekor yang belum pernah terjadi dalam satu dekade terakhir.

Dilansir dari Xinhua News, data dari Badan Ketenagakerjaan Federal Jerman yang dirilis Jumat (29/8/2025) menunjukkan kenaikan signifikan yang menjadi pukulan telak bagi perekonomian terbesar di Eropa.

Pada bulan ini, 46.000 orang kehilangan pekerjaan, mendorong jumlah pengangguran menjadi 3,025 juta. Angka ini juga meningkatkan tingkat pengangguran sebesar 0,1 poin persentase, menjadi 6,4 persen.

Faktor Ekonomi dan Musiman

Kepala Badan Ketenagakerjaan Federal, Andrea Nahles, menjelaskan bahwa kenaikan ini sebagian besar dipengaruhi oleh faktor musiman, seperti lambatnya rekrutmen selama periode liburan musim panas.

Ia menambahkan bahwa pasar tenaga kerja masih merasakan dampak dari pelemahan ekonomi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Perekonomian Jerman sendiri mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen pada kuartal kedua, akibat ekspor yang lemah dan investasi yang melambat. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pengangguran di bulan Agustus meningkat 153.000 orang.

Namun, laporan dari Institut Ifo Jerman menunjukkan adanya tren menarik. Meskipun PHK di sektor manufaktur melambat, sektor jasa justru mengalami penurunan sentimen yang lebih tajam.

Pasar Tenaga Kerja Didera Kontradiksi

Klaus Wohlrabe, kepala survei di Ifo, mengonfirmasi bahwa krisis masih melanda pasar tenaga kerja. "Pasar tenaga kerja masih dilanda krisis," ujarnya.

Ia menjelaskan, ekonomi yang stagnan membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam merekrut karyawan baru. Namun, sebuah kontradiksi muncul di mana semakin banyak perusahaan yang kesulitan menemukan pekerja terampil.

Dalam survei Ifo terpisah, 28,1 persen perusahaan mengaku sulit merekrut staf yang berkualitas, persentase yang lebih tinggi dibandingkan awal tahun.

Wohlrabe memperingatkan bahwa masalah kekurangan tenaga kerja terampil akan semakin parah dalam jangka panjang, terutama akibat "perubahan demografi."sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: