Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Rumah Ibadah Sebagai Rumah Kemanusiaan

Oleh: Harits Tryan
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto/Kemenag)
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto/Kemenag)

BeritaNasional.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat bersyukur sekaligus sebagai rumah kemanusiaan.

"Mari kita jadikan masjid ini tempat bersyukur, betapa besarnya rahmat Allah Swt yang diberikan kepada kita. Jadikan rumah ibadah ini sebagai rumah kemanusiaan," kata Nasaruddin dalam “keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

Ia ingin masyarakat untuk menjadikan masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga rumah kemasyarakatan yang terbuka bagi semua. Ia mencontohkan bagaimana pada momentum lebaran tahun lalu, masjid difungsikan sebagai rumah singgah bagi para pemudik. Di sana, masyarakat dapat berbuka puasa, beristirahat, hingga menikmati minuman gratis tanpa memandang latar belakang maupun golongan agama.

Menurutnya, semangat keterbukaan ini sejalan dengan fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang menumbuhkan solidaritas dan kebersamaan. Dengan begitu, masjid dapat benar-benar menjadi pusat kehidupan umat, tempat berlindung, sekaligus simbol persaudaraan dan kebersamaan lintas golongan.

“Jadikan juga masjid ini sebagai rumah kemasyarakatan. Saat lebaran tahun lalu, masjid kita jadikan rumah singgah bagi pemudik. Tempat berbuka puasa, dan tempat minum gratis, tanpa memandang golongan agamanya. Dan itu sejalan dengan masjid Nabi pada masanya," sambung Menag Nasaruddin Umar.

Nasaruddin Umar, kehadiran sebuah rumah ibadah adalah rahmat bagi sesama. Rumah ibadah menjadi ruang untuk mendalami ajaran agama dalam memberikan ketenangan dan kedamaian bagi sesama. Ketika umat itu menyatu dengan ajaran agamanya, maka tidak akan ada konflik di tengah masyarakat.

"Mari kita menjadikan rumah ibadah sebagai rumah kemanusiaan sekaligus tempat mendapatkan pencerahan bathin," tegas dia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: