Halte Senen Ganti Nama Jadi Jaga Jakarta Imbas Perusakan, Beberapa Bagian Sengaja Tak Diperbaiki

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 08 September 2025 | 13:30 WIB
Penampakan Halte Jaga Jakarta. (Foto/Pemprov Jakarta)
Penampakan Halte Jaga Jakarta. (Foto/Pemprov Jakarta)

BeritaNasional.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan penggantian nama Halte Transjakarta Jaga Jakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (8/9/2025). 

Perubahan nama dari sebelumnya Halte Senen Sentral ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat Ibu Kota setelah perusakan dalam aksi unjuk rasa berakhir ricuh beberapa waktu lalu.

“Nama Jaga Jakarta menegaskan bahwa menjaga kota ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga peran aktif seluruh masyarakat. Nama ini menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga keamanan, kenyamanan, serta semangat gotong royong warga Jakarta,” tutur Pramono.

Gubernur Pramono menyampaikan apresiasinya kepada warga Jakarta yang telah menunjukkan kepedulian dan kebersamaan sehingga seluruh aktivitas di Ibu Kota kembali normal dalam waktu kurang dari seminggu.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, Perbaikan JPO Rampung Desember

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atas perbaikan halte dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Senen dan Polda Metro Jaya. Perbaikan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Seluruh fasilitas pendukung halte, mulai dari area ibadah, toilet, hingga ruang usaha kecil sudah dipersiapkan dengan baik. Sementara untuk JPO dan lift, akan segera dituntaskan Kementerian PU,” ucapnya dalam siaran persnya pada Senin.

Untuk tahap perbaikan, Kementerian PU menargetkan penyelesaian menyeluruh pada Desember 2025. Perbaikan JPO dan fasilitas lift di kawasan Senen serta Polda Metro Jaya diperkirakan menelan biaya sekitar Rp19–Rp 20 miliar.

Gubernur Pramono memastikan seluruh halte yang kembali beroperasi telah melalui uji keamanan. Beberapa bagian yang masih menampilkan jejak insiden sebelumnya, seperti tiang yang sempat terbakar, sengaja dibiarkan sebagai pengingat agar peristiwa serupa tidak terulang.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: