PBB: Pengiriman Bantuan ke Gaza Utara Masih Susah
BeritaNasional.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, pengiriman bantuan vital ke Gaza utara masih sulit, meskipun gencatan senjata telah berlaku lebih dari 10 hari yang lalu.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, badan dunia tersebut dan para mitranya telah membuat kemajuan dalam meningkatkan upaya respons, terutama di wilayah tengah dan selatan Jalur Gaza.
Namun, penutupan perlintasan perbatasan Zikim dan Erez yang terus berlanjut, yang menyediakan akses langsung ke utara, membuat bantuan kemanusiaan sangat sulit untuk mencapai daerah itu, kata OCHA.
Pada saat bersamaan, mitra-mitra PBB yang memantau arus populasi di Gaza melaporkan lebih dari 425.000 pergerakan dari wilayah selatan ke utara Jalur Gaza sejak 10 Oktober.
Wakil Direktur Eksekutif Dana Kependudukan PBB Andrew Saberton mengatakan, PBB berhasil membawa masuk beberapa bantuan pada pekan lalu melalui perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem.
"Kami telah mendistribusikan pasokan dan peralatan medis, termasuk inkubator, ranjang bersalin, dan mesin pemantau janin, yang sebelumnya telah ditempatkan di dalam Gaza, ke rumah-rumah sakit," ujarnya.
"Namun, bantuan yang diberikan masih jauh dari cukup," tambahnya.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







