Golkar Sebut Tak Ada Halangan Politik untuk Anugerahkan Soeharto Gelar Pahlawan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:45 WIB
Golkar sebut tak ada halangan politik untuk anugerahkan Soeharto gelar pahlawan. (Foto/@jejaksoeharto)
Golkar sebut tak ada halangan politik untuk anugerahkan Soeharto gelar pahlawan. (Foto/@jejaksoeharto)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung pemerintah untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto. Secara politik, sudah tidak ada halangan bagi negara karena nama Soeharto telah dicabut dalam TAP Nomor XI/MPR/1998 pada Sidang Paripurna Akhir Masa Jabatan MPR 2019-2024 di Gedung Parlemen pada 25 September 2024 lalu. 

"Masuknya nama mantan Presiden Soeharto dalam daftar calon pahlawan nasional sudah melalui kajian dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Proses tersebut tidak sekadar menimbang jasa masa lalu mantan Presiden Soeharto, tetapi juga meneguhkan rasa kebangsaan dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan pembangunan," ujar politikus yang akrab disapa Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (23/10/2025).

Diketahui, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyerahkan 40 nama tokoh yang diusulkan sebagai calon pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon. Nama Soeharto termasuk di dalam daftar tersebut. Selanjutnya, Dewan Gelar akan melakukan kajian mendalam sebelum diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk diputuskan.

Anggota Komisi III DPR RI ini menjelaskan, keputusan MPR mencabut nama Soeharto dalam TAP Nomor XI/MPR/1998 menjadi titik balik dalam upaya rekonsiliasi sejarah nasional. Soeharto merupakan figur yang menegakkan stabilitas politik dan keamanan di tengah gejolak pasca Orde Lama dan meletakkan dasar pembangunan jangka panjang yang hasilnya dirasakan masyarakat sampai sekarang.

"Dalam masa kepemimpinan Presiden Soeharto, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan, membangun infrastruktur pendidikan dan kesehatan, serta melahirkan sistem perencanaan pembangunan nasional yang terukur lewat Repelita. Kita juga menyaksikan kemajuan pesat di bidang industri dasar, pertambangan, hingga energi. Semua itu adalah capaian monumental yang patut dikenang sebagai bagian dari sejarah kebangkitan bangsa," terangnya. 

Mantan Ketua MPR RI ini juga menyoroti bagaimana warisan kebijakan ekonomi Orde Baru menjadi fondasi bagi kemajuan saat ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada puncak masa kepemimpinan Soeharto, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai di atas 7 persen per tahun. Angka kemiskinan menurun dari 40 persen pada awal 1970-an menjadi di bawah 12 persen menjelang akhir 1990-an.

"Fakta sejarah tidak bisa dihapus begitu saja. Di masa Presiden Soeharto, rakyat Indonesia merasakan kemajuan yang nyata di berbagai bidang. Penghargaan ini menjadi wujud rasa terima kasih negara kepada pemimpin yang telah menegakkan sendi-sendi pembangunan nasional. Bangsa besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarahnya secara utuh," pungkas Bamsoet.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: