Kasal Ingin Semua KRI Berteknologi Hybrid, Biayanya Rp1 T Lebih Per Kapal

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 11:11 WIB
Kasal Ingin Semua KRI Berteknologi Hybrid. (Foto/Kadispenal)
Kasal Ingin Semua KRI Berteknologi Hybrid. (Foto/Kadispenal)

BeritaNasional.com - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali berharap ke depan semua kapal perang Indonesia berteknologi hybrid. Hal ini menjadi simbol modernisasi pertahanan setelah TNI AL resmi menerima alutsista baru KRI Belati-622.

“Jadi untuk KCR-KCR ke depan akan dibuat semuanya hybrid ya. Mungkin sistem hybridnya berbeda-beda,” kata Ali kepada wartawan dikutip Sabtu (25/10/2025).

Ali menjelaskan perbedaan itu kemungkinan dari segi perusahaan produksi kapal. Dengan kombinasi masing-masing perusahaan dalam memadukan teknologi hybrid dari setiap kapal yang diproduksi nantinya.

“KCR yang dibuat oleh PT. Tesco dengan yang dibuat di PT PAL agak sedikit beda, namun fungsinya sama yaitu untuk menghemat bahan bakar,” tambahnya.

Lantas saat disinggung terkait biaya pembuatan kapal hybrid seperti KRI-Belati produk PT. Tesco Indomaritim, jawab Ali, setidaknya satu kapal perang hybrid bisa menghabisi dana sebesar Rp1 triliun lebih.

“Untuk harga sekitar 1T. 1T lebih dikit ya,” tuturnya.

Ali menjelaskan selain teknologi hybrid, setiap kapal yang diproduksi juga akan dilengkapi kemampuan radar. Seperti KRU-Belati yang dibekali radar buatan Turki yang bisa mendeteksi secara 3D dan terintegrasi dengan senjata.

“Untuk radarnya masih menggunakan radar dari luar negeri, dari Turki. Bisa mendeteksi permukaan maupun udara sampai dengan 3D. Jadi ini radar 3D, bisa mendeteksi ketinggian maupun kecepatan, baringan, jadi 3 parameter didapatkan dari satu radar,” jelasnya.

“Kemampuannya cukup baik, dan ini juga terintegrasi dengan radar-radar senjata sehingga dia mampu menembak pesawat maupun menembak drone. Dan kaliber meriamnya adalah 40mm dan ini rapid fire, super rapid,” sambung dia.

Adapun KRI-Belati dengan nomor lambung kapal 622 nantinya akan dikomandoi oleh Koarmada 3 untuk menjaga kawasan İndonesia Timur. Kapal ini bisa berguna baik untuk pertahanan perang maupun operasi sar atau kemanusiaan.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: